POJOKSATU.id - Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban akan jatuh pada besok, Selasa (3/2/2026).

Momen ini kerap dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah.

Puasa Nisfu Syaban bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh, yakni puasa sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan Hijriah, tepatnya setiap tanggal 13, 14, dan 15.

Dalil Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar yang kuat dari sabda Nabi Muhammad SAW.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)."

Baca Juga: BCA Perpanjang Pendaftaran Beasiswa PPTI Batch 2 Tahun 2026 hingga Maret, Kuliah IT Gratis hingga Peluang Kerja

Dalil lainnya diriwayatkan oleh sahabat dekat Nabi, Abu Hurairah RA, yang mengisahkan kebiasaan baik Rasulullah SAW yang senantiasa beliau jaga hingga akhir hayat.

Dari Abu Hurairah RA berkata, “Telah berwasiat kepadaku, kekasihku (Rasulullah SAW) untuk melakukan tiga hal yang tak akan aku tinggalkan hingga meninggal dunia, yaitu: puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh), salat duha, dan tidur dalam keadaan telah melakukan salat witir.” (HR. Al-Bukhari).

Hadits ini menjadi penguat bahwa puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang dianjurkan dan memiliki keutamaan tersendiri.

Niat Puasa Nisfu Syaban Ayyamul Bidh 2026

Bagi umat Muslim yang hendak melaksanakan puasa Nisfu Syaban yang bertepatan dengan Ayyamul Bidh, berikut bacaan niatnya:

“Nawaytu shauma ayyāmil bidh lillāhi ta'ālā.”

Baca Juga: Pemkot Bandung Akselerasi Smart City, Transformasi Digital Difokuskan pada Dampak Nyata bagi Warga

Artinya, saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.

Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Ayyamul Bidh 2026

Saat berbuka puasa, umat Muslim dianjurkan membaca doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa buka puasa Ayyamul Bidh:

“Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ.”

Artinya, “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezeki-Mulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan semoga pahala telah ditetapkan, insyaallah.”

Nisfu Syaban menjadi momentum reflektif bagi umat Muslim untuk kembali menata niat dan memperbanyak amalan sunnah.

Puasa Ayyamul Bidh di pertengahan Syaban bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan keikhlasan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. ***