POJOKSATU.ID - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita harus menghentikan rutinitas aktivitas fisik sepenuhnya.

Menjaga tubuh tetap bergerak justru penting untuk memastikan metabolisme tetap berjalan baik dan kebugaran tetap terjaga.

Namun, kunci utama agar olahraga tidak membuat tubuh lemas adalah dengan memilih waktu atau timing yang tepat.

Ada tiga jendela waktu yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan, yakni menjelang berbuka, setelah berbuka, atau setelah sahur.

Baca Juga: Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa Ramadhan, Mulai dari Menu Sahur

Pemilihan ini harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing dan jenis olahraga yang ingin dilakukan agar cadangan energi tetap terkendali.

Pilihan waktu yang paling favorit bagi banyak orang adalah 30 hingga 60 menit menjelang berbuka puasa.

Keuntungan utama dari waktu ini adalah tubuh sedang berada dalam fase pembakaran lemak yang maksimal karena perut dalam keadaan kosong, dan rasa haus yang muncul bisa segera teratasi saat azan Magrib tiba.

Namun, jika Anda berencana melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih berat seperti angkat beban atau lari cepat, waktu setelah berbuka dengan jeda satu hingga dua jam setelah makan adalah pilihan terbaik.

Baca Juga: Cara Ampuh Membangunkan Anak Sahur Puasa Ramadhan Tanpa Drama dan Marah Lagi!

Pada saat ini, tubuh sudah mendapatkan asupan energi dan cairan yang cukup, sehingga risiko dehidrasi dan kram perut dapat diminimalisir.

Selain itu, bagi mereka yang tipe "morning person", olahraga setelah sahur juga bisa menjadi opsi karena energi dari makanan sahur masih terasa segar.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa berolahraga di pagi hari memiliki risiko dehidrasi yang lebih tinggi karena kita harus menunggu waktu berbuka yang masih sangat lama.

Oleh karena itu, jika memilih waktu ini, sangat disarankan untuk melakukan olahraga intensitas ringan saja, seperti jalan santai, yoga, atau peregangan ringan guna menjaga fleksibilitas otot tanpa menguras keringat secara berlebihan.

Agar tubuh tetap bugar dan tidak tumbang, durasi olahraga selama puasa sebaiknya dibatasi antara 30 hingga 45 menit saja.

Fokuslah pada kualitas gerakan daripada kuantitas atau beban yang diangkat.

Selain itu, pastikan kebutuhan cairan di malam hari tetap terpenuhi dengan pola hidrasi yang teratur agar saat berolahraga, tubuh tidak dalam kondisi kekurangan air.

Dengan mendengarkan sinyal tubuh dan tidak memaksakan diri, olahraga saat puasa justru akan menjadi aktivitas yang menyegarkan dan membantu kita tetap produktif sepanjang hari.***