POJOKSATU.id — Menggigiti kuku adalah kebiasan kecil yang kerap dianggap sepele, namun justru menyimpan makna psikologis yang kompleks.

Menggigiti kuku atau onychophagia adalah kebiasaan yang sering kali dimulai dari rasa cemas, bosan, atau ketegangan emosional.

Kebiasaan ini termasuk dalam perilaku berulang yang memberikan sensasi lega sementara.

Baca Juga: Angkat Potensi Lokal dan Peran Perempuan, Festival Tangkil 2025 Resmi Dibuka di Caringin

Kebiasaan ini juga bisa menjadi bentuk self-soothing, yakni cara tubuh menenangkan diri dari tekanan emosi yang tidak tertangani dengan baik.

Dalam banyak kasus, perilaku ini berkaitan dengan kondisi psikologis seperti obsessive compulsive disorder (OCD), kecemasan atau stres kronis, perfeksionisme yang ekstrem, hingga gangguan impuls kontrol.

Secara fisik, kebiasan ini memicu berbagai dampak yang serius.

Baca Juga: Contoh Soal Tiga Mapel Wajib TKA SMA 2025, Lebih Fokus dan Jelas Persiapankan di Materi Ini Saja

Luka di sekitar kuku yang rentan terinfeksi bakteri, masalah pada gigi akibat tekanan berulang, serta rasa malu dan rendah diri karena penampilan tangan yang rusak.

Secara emosional, kebiasaan ini dapat menimbulkan rasa bersalah, frustasi, dan citra diri yang negatif.

Di mana semakin seseorang merasa tertekan, semakin kuat pula dorongan untuk menggigiti kuku.

Baca Juga: YBMIS Resmikan Rumah Pelita 2 di Karawang, Selamatkan Anak Putus Sekolah

Mengatasi kebiasaan ini tidak bisa hanya dengan melarang diri sendiri untuk berhenti.

Diperlukan pemahaman bahwa akar masalahnya sering kali bersumber dari kondisi mental.

Berikut langkah-langkah yang bisa membantu mengatasinya.

1. Sadari Pemicu Emosional
Catat kapan dan dalam situasi di mana paling sering menggigiti kuku. Ini membantu mengenali pola stres atau kecemasan tertentu.

Baca Juga: TEROBOSAN BKN: Bebas Mutasi, Birokrasi Berakhir! ASN Kini Lebih Leluasa Pindah Tugas Lintas Wilayah

2. Alihkan Perhatian dengan Aktivitas Positif
Ganti kebiasaan menggigit kuku dengan kebiasaan baru, seperti menggenggam stress ball, menulis jurnal, atau menggambar.

3. Bangun Rutinitas untuk Relaksasi
Coba relaksasi dengan meditasi ringan, pernapasan dalam, atau olahraga ringan untuk meredakan ketegangan.

4. Rawat Diri dan Bangun Kepercayaan Diri
Rawat kuku dengan menggunakan kuteks dan lakukan medicure.

Baca Juga: Panduan Lengkap TKA Kimia SMA 2025, Strategi Belajar Tepat dan Terukur Cukup Baca Ini

Hal ini bisa membantu mengurangi dorongan untuk menggigit sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

5. Konsultasi dengan Profesional
Jika kebiasaan ini semakin sulit dikontrol atau menyebabkan luka fisik dan gangguan psikologis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Baca Juga: Telkom Pertahankan Predikat Perusahaan Terbaik Dunia Versi Forbes 2025, Ungguli SingTel dan Vodafone

Menggigiti kuku mungkin terlihat seperti kebiasan kecil, tetapi bisa jadi itu 'sinyal' dari tubuh bahwa kamu membutuhkan pertolongan secara emosional.***