POJOKSATU.id — Menstruasi adalah bagian alami dari siklus tubuh perempuan yang sering kali datang membawa perubahan suasana hati, nyeri perut, hingga rasa lemas.
Tak banyak yang sadar, makanan dan minuman yang dikonsumsi pada masa menstruasi bisa sangat memengaruhi kondisi tubuh, baik secara fisik maupun emosional.
Beberapa jenis makanan bahkan dapat memperparah gejala seperti kram, perut kembung, dan perubahan suasana hati.
Maka dari itu, penting untuk lebih bijak memilih asupan selama masa menstruasi.
Baca Juga: Jelang Tes Kemampuan Akademik, Ini Contoh Soal dan Pembahasan Matematika SMP untuk Bahan Belajar!
Berikut ulasan lengkap makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari.
Mengapa makanan ini bisa memperburuk kondisi, dan simak alternatif sehat yang justru bisa membantu tubuh lebih nyaman dan stabil.
1. Minuman Berkafein
Minuman berkafein, contohnya kopi, teh pekat, dan minuman berenergi.
Kafein memicu penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) yang dapat memperparah kram perut.
Selain itu, kafein juga bersifat diuretik, membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat sehingga rentan menimbulkan dehidrasi dan perut terasa kembung.
Baca Juga: Ingin Main ke Taman Menteng Bintaro Simak Akses dan Transportasi Termudahnya
Konsumsi kafein berlebihan secara rutin dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan memperburuk sindrom pramenstruasi (PMS).
Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan siklus haid tidak teratur dan peningkatan rasa cemas atau sulit tidur.
Alternatif lebih sehat, dapat konsumsi minuman herbal seperti teh chamomile, teh jahe, atau air hangat dengan madu dan lemon.
Kandungan anti inflamasi pada jahe dapat membantu mengurangi nyeri, sementara chamomile dikenal menenangkan sistem saraf dan membantu tidur lebih nyenyak.
2. Makanan Gorengan dan Fast Food
Contoh makanan gorengan dan fast food, antara lain ayam goreng cepat saji, kentang goreng, makanan beku siap saji, camilan gurih dalam kemasan.
Makanan tinggi lemak jenuh dan minyak trans dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang membuat kram menstruasi semakin parah.
Selain itu, kadar garam tinggi dalam fast food dapat menyebabkan retensi air dan membuat tubuh terasa bengkak atau kembung.
Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko resistensi insulin, gangguan metabolisme, hingga ketidakseimbangan hormon reproduksi.
Dalam jangka waktu lama, pola makan tinggi lemak jenuh juga dapat memengaruhi kesehatan rahim dan sistem kardiovaskular.
Alternatif lebih sehat, cobalah makanan yang dipanggang, direbus, atau ditumis ringan dengan minyak sehat seperti minyak zaitun.
Tambahkan sayur kukus dan protein rendah lemak seperti tahu, tempe, atau ikan untuk menjaga energi tetap stabil.
3. Makanan Manis Berlebihan
Contoh dari makanan manis yang berlebihan adalah kue, permen, es krim, minuman boba, atau minuman kemasan tinggi gula.
Lonjakan gula darah akibat konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan perubahan mood drastis, mudah lelah, dan memperburuk gejala PMS seperti nyeri payudara atau kram perut.
Konsumsi gula berlebih terus-menerus dapat menyebabkan resistensi insulin, meningkatkan risiko sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan mengacaukan siklus menstruasi.
Alternatif lebih sehat, yakni mengganti cemilan manis dengan buah segar seperti pisang, stroberi, atau kurma.
Baca Juga: Peran Media Sosial Sebagai Sarana Literasi Digital, Tantangan atau Peningkatan?
Pisang kaya magnesium yang dapat membantu merilekskan otot, sementara kurma memberi energi alami tanpa meningkatkan gula darah terlalu tinggi.
4. Minuman Berkarbonat
Contoh minuman berkarbonat adalah soda manis, sparkling drink berpemanis, atau minuman berenergi berkarbonat.
Kandungan gula tinggi dan karbonasi bisa memperburuk perut kembung.
Gas dari minuman ini dapat menambah tekanan pada area perut bawah dan memperparah rasa tidak nyaman saat menstruasi.
Konsumsi rutin soda berkafein dan bergula tinggi berhubungan dengan gangguan hormonal dan peningkatan risiko sindrom metabolik, yang dapat mengganggu kesuburan.
Alternatif lebih sehat, pilihlah infused water dengan potongan buah lemon, mentimun, atau daun mint yang menyegarkan tanpa tambahan gula, sekaligus membantu detoks ringan dan hidrasi alami tubuh.
Baca Juga: SIAPKAN DIRI, Berikut Latihan Tes Numerasi pada Tes Substantif PPG Calon Guru 2025!
5. Makanan Pedas dan Makanan Olahan Garam Tinggi
Makanan pedas memicu iritasi lambung dan dapat meningkatkan kontraksi rahim, memperparah nyeri haid.
Sedangkan makanan tinggi garam (keripik, makanan kaleng) menyebabkan retensi cairan dan rasa kembung.
Lebih baik gunakan bumbu alami seperti kunyit, jahe, atau bawang putih untuk menambah cita rasa tanpa efek peradangan.
Karena tubuh kehilangan darah dan zat gizi penting saat haid, sangat disarankan untuk memilih asupan yang membantu menyeimbangkan energi dan hormon.
Baca Juga: Kapolres Karawang Tanam Jagung Hybrida Dukung Swasembada Pangan 2025
Contoh makanan dan minuman yang dianjurkan adalah sayuran hijau, ikan yang berlemak (tuna, salmon, sarden), buah-buahan, air putih, dan teh herbal.
Masa menstruasi bukan sekadar urusan fisik, tapi juga keseimbangan hormon dan mental.
Makanan dan minuman yang dikonsumsi memiliki peran besar dalam menentukan seberapa berat atau ringan gejala menstruasi yang dirasakan.
Sebaliknya, pilihlah asupan yang alami, segar, dan bergizi. Karena saat menstruasi bukan hanya soal istirahat cukup, tapi juga soal bagaimana kamu memperlakukan tubuhmu dari dalam. ***




