POJOKSATU.id - Pusing atau sakit kepala setelah berolahraga sering dialami sebagian orang.
Meski terkadang terasa mengganggu aktivitas, kondisi ini umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah dehidrasi.
Saat berolahraga tubuh mengeluarkan banyak keringat sehingga cairan tubuh berkurang.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 218 Jembatan Sekaligus, Akses Daerah Terpencil hingga Wilayah Bencana Diperkuat
Jika tidak segera diganti dengan minum air yang cukup, kondisi ini dapat memicu rasa pusing.
Namun sebenarnya, penyebab pusing setelah olahraga tidak hanya karena dehidrasi.
Ada beberapa faktor lain yang juga dapat memicu keluhan tersebut.
Berikut beberapa penyebab pusing setelah olahraga yang perlu Anda ketahui sekaligus cara sederhana untuk mengatasinya.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Ikut Blok Mana Pun, Singgung Dunia yang Dipenuhi Konflik
Paparan sinar matahari terlalu lama menjadi salah satu penyebab yang cukup umum, terutama bagi orang yang berolahraga di luar ruangan.
Berada di bawah terik matahari dalam waktu lama dapat memicu sakit kepala bahkan tanpa aktivitas fisik berat.
Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera mencari tempat yang lebih teduh dan beristirahat sejenak.
Meletakkan handuk dingin di dahi atau menggunakan topi dan kacamata hitam saat olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Baca Juga: Lolos Hukuman Mati, Kapten Kapal dan Nahkoda Pembawa Sabu 2 Ton Divonis Seumur Hidup
Teknik olahraga yang kurang tepat juga bisa memicu sakit kepala setelah berolahraga.
Gerakan yang salah dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan bahu sehingga menimbulkan rasa pusing.
Bagi pemula, penting untuk mempelajari teknik olahraga dengan benar.
Anda dapat meminta bantuan instruktur profesional atau mengikuti panduan latihan yang tepat.
Baca Juga: 6 Tempat Bukber Viral di Jogja yang Instagramable, Cocok Nongkrong Sampai Malam
Jangan lupa melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelah selesai.
Penyebab lain yang sering terjadi adalah berkurangnya aliran oksigen ke otak.
Kondisi ini biasanya muncul saat seseorang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti angkat beban atau latihan berat.
Ketika tubuh bekerja terlalu keras, jantung akan memompa darah lebih cepat dan kebutuhan oksigen meningkat.
Baca Juga: Imbas Perang Iran, Lemahnya Rupiah dan Naiknya Minyak Bisa Picu Kenaikan Harga Barang di Indonesia
Jika pola napas tidak diatur dengan baik, otak bisa kekurangan oksigen sehingga memicu rasa pusing.
Mengatur napas dengan baik saat berolahraga dapat membantu mengatasi masalah ini.
Misalnya saat jogging, Anda bisa menyesuaikan pola napas dengan langkah kaki agar pernapasan tetap stabil.
Penurunan kadar gula darah juga bisa menjadi penyebab pusing setelah olahraga.
Baca Juga: 7 Restoran Halal di Bali yang Ramai untuk Bukber, Menu Timur Tengah dan Nusantara Jadi Favorit
Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang berolahraga dalam keadaan perut kosong.
Tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama saat melakukan aktivitas fisik.
Jika tubuh kekurangan energi, kadar gula darah dapat menurun sehingga memicu rasa lemas, gemetar, hingga pusing.
Untuk mencegahnya, sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein sekitar dua jam sebelum berolahraga agar tubuh memiliki energi yang cukup.
Baca Juga: Lagi Viral! 8 Restoran di Tangerang yang Cocok untuk Bukber Keluarga dan Rombongan
Selain itu, tekanan darah rendah juga dapat menyebabkan pusing setelah olahraga.
Saat berolahraga, pembuluh darah akan melebar untuk menyesuaikan peningkatan aliran darah.
Namun setelah aktivitas fisik berhenti, tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan kembali kondisi tersebut.
Akibatnya, sebagian orang dapat merasakan pusing atau lemas sesaat setelah olahraga.
Baca Juga: Kekacauan Israel Usai Dibombardir Iran, CCTV Dirusak Polisi, Ribuan Warga Mau Kabur ke Luar Negeri
Cara sederhana untuk mengatasinya adalah dengan beristirahat sejenak atau berbaring sambil mengangkat kaki sedikit lebih tinggi dari posisi jantung.
Di antara berbagai penyebab tersebut, dehidrasi tetap menjadi faktor yang paling umum.
Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Dengan menjaga hidrasi tubuh, mengatur intensitas latihan, serta melakukan pemanasan dan pendinginan yang tepat, risiko pusing setelah olahraga dapat diminimalkan.
Olahraga pun tetap bisa dilakukan dengan nyaman dan aman bagi tubuh.***




