POJOKSATU.id — Sebagian orang mungkin pernah mengalami momen kurang menyenangkan saat terbangun dan menemukan bantal dalam keadaan basah akibat air liur.
Kebiasaan berliur atau ngiler ketika tidur sebenarnya merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan dialami banyak orang.
Walaupun terlihat sepele, kondisi ini terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri.
Baca Juga: Hormati Jejak Sejarah, Jabar Sabet Dua Penghargaan Anugerah Kearsipan 2026
Munculnya air liur saat tidur dapat dipicu oleh berbagai faktor.
Mulai dari posisi tidur tertentu, kebiasaan bernapas dengan mulut terbuka, hingga masalah kesehatan ringan seperti hidung tersumbat akibat flu atau alergi.
Pada beberapa orang, produksi air liur yang cenderung lebih banyak dari biasanya juga dapat menjadi salah satu pemicunya.
Meski terdengar sederhana, kebiasaan tidur berliur sebenarnya bisa dikurangi dengan sejumlah langkah mudah yang dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Renovasi Panti Asuhan di Curug Klari, Anak-anak Yatim Kini Punya Harapan Baru
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kebiasaan ngiler saat tidur adalah posisi tubuh.
Tidur dengan posisi miring atau tengkurap cenderung membuat air liur lebih mudah keluar karena pengaruh gravitasi.
Oleh sebab itu, membiasakan tidur telentang dapat menjadi alternatif yang patut dicoba.
Posisi ini membantu menjaga mulut tetap tertutup sehingga air liur tidak mudah mengalir keluar selama tidur.
Baca Juga: Top 5 Gateway Pembayaran Kripto Terbaik 2026 untuk Bisnis
Selain posisi tidur, kondisi hidung yang tersumbat juga sering menjadi penyebab seseorang tidur sambil berliur.
Saat saluran pernapasan terganggu akibat flu, sinusitis, atau alergi, tubuh biasanya akan bernapas melalui mulut secara otomatis.
Kebiasaan ini dapat meningkatkan kemungkinan air liur keluar tanpa disadari.
Oleh karena itu, penting menjaga kebersihan hidung, menghindari paparan debu, dan memastikan pernapasan tetap lega sebelum tidur.
Baca Juga: Pemerintah Ngutang Lagi Rp305,5 Triliun, Menkeu Sebut Masih Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu
Pemilihan bantal juga tidak kalah penting untuk membantu mengurangi kebiasaan ngiler.
Posisi kepala dan leher yang kurang nyaman dapat membuat mulut terbuka selama tidur tanpa disadari.
Menggunakan bantal yang mampu menopang kepala dan leher dengan baik dapat membantu menjaga posisi tidur tetap ideal sekaligus membuat tidur terasa lebih nyaman.
Pola makan sebelum tidur pun ternyata memiliki pengaruh terhadap produksi air liur.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Religi di Banda Aceh yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
Mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan, terutama yang bercita rasa pedas atau asam, berpotensi memicu peningkatan produksi air liur.
Tidak hanya itu, kondisi refluks asam lambung atau GERD juga dapat memperbesar risiko seseorang mengalami tidur berliur.
Kesehatan gigi dan mulut juga perlu mendapat perhatian.
Gangguan pada gusi, susunan gigi tertentu, atau masalah kesehatan mulut lainnya terkadang dapat memengaruhi cara mulut menutup saat tidur serta produksi air liur.
Menjaga kebersihan gigi dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi menjadi langkah penting untuk mencegah masalah tersebut.
Di sisi lain, kebiasaan tidur berliur yang disertai gejala lain seperti ngorok keras, napas terasa tersendat, atau sering terbangun di malam hari tidak boleh diabaikan.
Kondisi semacam ini dapat menjadi tanda adanya gangguan tidur, salah satunya sleep apnea.
Baca Juga: ITS Jadi Satu-satunya Kampus Indonesia di Forum Global Rusia, Perkuat Langkah Menuju Kampus Mendunia
Jika gejala berlangsung dalam waktu lama atau semakin mengganggu, pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.
Pada dasarnya, tidur berliur merupakan kondisi yang umum dialami dan tidak selalu berbahaya.
Namun, bukan berarti kebiasaan ini tidak dapat diatasi.
Dengan memperbaiki posisi tidur, menjaga kesehatan saluran pernapasan, memperhatikan pola makan, serta menerapkan gaya hidup sehat, kebiasaan ngiler saat tidur dapat berkurang secara perlahan.***




