POJOKSATU.id — Pernahkah Anda merasa tubuh bergoyang atau sempoyongan seperti sedang terjadi gempa, padahal lingkungan sekitar dalam keadaan normal?

Kondisi ini cukup sering dialami sebagian orang dan dapat dipicu oleh berbagai faktor.

Mulai dari gangguan keseimbangan hingga masalah kesehatan tertentu.

Baca Juga: Semangat Peringati Hari Pancasila, PLN UPT Bekasi Jaga Keandalan Pasokan GI Hankook Lewat Dedikasi Srikandi

Sensasi seperti ada gempa biasanya muncul dalam bentuk tubuh terasa tidak stabil, lantai seolah bergerak, atau muncul perasaan melayang saat berdiri maupun berjalan.

Meski terkadang hanya berlangsung sesaat, kondisi ini tidak boleh diabaikan jika terjadi berulang atau disertai gejala lain.

Salah satu penyebab paling umum adalah vertigo.

Baca Juga: Proyek Pengarugan Pertamina EP di Plawad Karawang Dikeluhkan Petani

Kondisi ini terjadi ketika sistem keseimbangan tubuh mengalami gangguan, terutama pada telinga bagian dalam yang berperan penting dalam mengatur posisi dan gerakan tubuh.

Penderita vertigo sering merasakan sensasi berputar, bergoyang, hingga kehilangan keseimbangan.

Selain vertigo, tekanan darah rendah juga dapat menyebabkan seseorang merasa sempoyongan.

Baca Juga: Diminta Kondisikan Demo Agar Tak Mendekat Istana, Ketua BEM UFH UBK Akui Disogok Rp 6 Juta oleh Okum Polisi

Saat tekanan darah menurun, pasokan darah ke otak berkurang sehingga muncul gejala seperti pusing, pandangan berkunang-kunang, dan tubuh terasa tidak stabil.

Faktor lain yang cukup sering menjadi pemicu adalah kadar gula darah rendah.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang terlambat makan atau melakukan aktivitas berat tanpa asupan energi yang cukup.

Akibatnya, tubuh dapat terasa lemas, gemetar, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan keseimbangan.

Baca Juga: Yuvita Tri Rezeki Alami Penyiksaan Luar Biasa, Segera Tangkap Pelaku Taufik Hidayat

Kurang tidur serta kelelahan juga dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mengolah informasi yang berkaitan dengan keseimbangan tubuh.

Tidak sedikit orang yang merasa seperti mabuk atau sempoyongan setelah mengalami kurang istirahat dalam waktu lama.

Di sisi lain, stres dan gangguan kecemasan juga dapat menimbulkan sensasi tubuh bergoyang.

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG Demo Minta MBG Dilanjutkan Karena Menyangkut Masa Depan Generasi Muda

Ketika seseorang mengalami kecemasan berlebihan, tubuh dapat memberikan respons berupa pusing, kepala ringan, hingga perasaan tidak stabil saat berdiri atau berjalan.

Penyebab lainnya yang perlu diperhatikan adalah anemia atau kekurangan sel darah merah.

Kondisi ini membuat pasokan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak, menjadi berkurang.

Gejalanya meliputi cepat lelah, wajah pucat, jantung berdebar, serta sering merasa pusing dan sempoyongan.

Baca Juga: Taufik Pelaku Penyekapan Yuvita di Cileunyi Berkeliaran, Bisa Kirim Ancaman Bunuh via Pesan WA

Beberapa jenis obat-obatan juga diketahui dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan keseimbangan.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan informasi penggunaan obat apabila keluhan muncul setelah mengonsumsinya.

Dalam kasus yang lebih jarang, sensasi seperti gempa juga dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf atau otak.

Risiko ini perlu diwaspadai terutama jika disertai gejala lain seperti kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, mati rasa pada anggota tubuh, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

Baca Juga: Ini 8 Destinasi Wisata Anak di Bogor untuk Libur Sekolah 2026, dari Taman Safari hingga Mini Rafting yang Seru

Apabila keluhan tubuh terasa sempoyongan terjadi berulang, berlangsung dalam waktu lama, atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar pula peluang untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi di kemudian hari.***