POJOKSATU.id - Di tahun ini dan tahun-tahun mendatang, lapangan kerja dalam sektor telekomunikasi akan tumbuh cukup pesat, tidak hanya di dunia tapi juga di Indonesia. Di tanah air sendiri, kita melihat adanya kebutuhan akan tenaga kerja, terutama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang terus naik sampai dengan tahun 2025.
Bahkan Pemerintah Indonesia pernah memproyeksikan bahwa kebutuhan tenaga kerja dalam sektor telekomunikasi ini akan naik hampir 100% pada kurun waktu tiga tahun ke depan.
Kenaikan perekrutan tenaga kerja atau job hiring dalam bahasa Inggris pada bidang telekomunikasi sangat wajar mengingat semakin meningkatnya digitalisasi, perluasan jaringan 5G dan lain sebagainya.
Selain itu, kenaikan penyediaan lapangan kerja pada sektor ini juga dipicu oleh kenaikan bisnis eceran, e-commerce dan sektor finansial termasuk perbankan, layanan keuangan dan asuransi yang seluruhnya mengandalkan teknologi telekomunikasi dalam melancarkan dan mempermudah bisnisnya.
Karena itu tak mengherankan, apabila para pebisnis dan pengusaha akan berupaya untuk terus memberikan kepuasan maksimal kepada para klien dan pelanggan, salah satunya dengan cara mempertahankan koneksi internet yang stabil di mana informasi akan kecepatan internet bisa diketahui dengan penggunaan Uji Kecepatan Internet.
Pemerintah yang senantiasa mendorong akan terjadinya perluasan penggunaan jaringan 5G di seluruh Indonesia di masa depan tentu akan meningkatkan ketersediaan kesempatan kerja yang melimpah.
Ya, sektor-sektor lain seperti informasi dan komunikasi, layanan kesehatan, e-commerce akan terus tumbuh dengan kemajuan teknologi 5G yang ditawarkan layanan jaringan internet lokal seperti Telkomsel, yang otomatis akan berdampak pada kenaikan tajam pada terciptanya lapangan kerja dalam bidang telekomunikasi.
Hubungan antara jaringan 5G dan peningkatan lapangan kerja di Indonesia sangat kental, bahkan di negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok dan India.
Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia tahun lalu pernah menyatakan bahwa pengadaan jaringan 5G diprediksikan akan menyerap lapangan kerja baru sekitar 4,6 juta pekerjaan di sektor telekomunikasi ini, dan akan menyumbang hampir Rp 3000 triliun bagi perekonomian nasial di tahun 2030 nanti.
Untuk cakupan lebih luas lagi, kelahiran 5G ternyata akan mampu menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 22 juta di seluruh dunia hingga akhir 2023.
Di mana dari jumlah ini, Tiongkok akan menyerap tenaga kerja hingga hampir 10 juta di sektor telekomunikasi dan jaringan 5G.
Bahkan sebuah laporan menyebutkan bahwa tujuh negara maju berkomitmen untuk berinvestasi sebesar $200 miliar dalam pengembangan teknologi ini hingga tahun 2035 nanti.
Mengapa sektor telekomunikasi akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin di masa depan? Ini dikarenakan penggunaan jaringan 5G yang diperkirakan akan semakin merata di berbagai sektor vital di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Contohnya saja dalam bidang ekonomi. Teknologi telekomunikasi ini diharapkan akan bisa menaikkan produktivitas dan efisiensi dengan cara menambah konektivitas jaringan internet di pelosok daerah yang masih belum tersentuh jaringan internet.
Ini tentu saja akan memicu bisnis beroperasi lebih cepat, efektif dan efisien, di mana produk bisnis akan menjangkau penduduk di daerah tersebut.
Selain itu, jaringan 5G akan semakin mendukung akses ke pasar global secara lebih cepat, yang tentu akan semakin mengembangkan aspek produksi dalam negeri.
Dalam bidang manufaktur misalnya, teknologi 5G bisa memungkinkan pengawasan mesin dan peralatan dalam waktu bersamaan serta bisa mencari tahu dan menangani masalah sebelum terjadinya kerusakan pada mesin.
Di samping dua bidang di atas, lapangan kerja yang diakibatkan oleh perkembangan sektor telekomunikasi juga akan semakin bertambah seiring makin maraknya penggunaan jaringan 5G di seluruh dunia.
Ini akan membuat lapangan kerja baru, terutama untuk para pemangku kepentingan jaringan 5G itu sendiri, operator, pemasok teknologi, komponen dan suku cadang, pembuatan alat dan infrastruktur, pengembang aplikasi mobile dan kreator konten digital. ***



