POJOKSATU.id - Jembatan Merah merupakan salah satu jembatan bersejarah yang terletak di Bogor, Jawa Barat.

Bagaimana tidak, Jembatan Merah ini memiliki sejarah yang cukup penting dalam perkembangan Kota Bogor.

Jembatan Merah dibangun pada tahun 1881 dan sudah berusia sekitar 142 tahun di Kota Bogor ini.

Jembatan Merah ini didirikan melintasi Sungai Cipakancil pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Panjang Jembatan Merah sekitar 30 meter dan lebar kurang lebih 15 meter.

Baca Juga: Prasasti Batu Tulis, Kisah Kesedihan Prabu Surawisesa, Ditemukan Adolf Winkler Sebelum Direlokasi ke Museum

Jembatan Merah merupakan salah satu dari beberapa jembatan yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda untuk menghubungkan berbagai wilayah di Bogor, yaitu Jalan Kapten Muslihat, Merdeka, dan Panaragan.

Jembatan Merah ini juga berdekatan dengan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Bogor di Paledang.

Diberi nama "Jembatan Merah" karena warna cat nya yang merah pada masa ketika jembatan ini didirikan.

Dalam proses pembangunan jembatan ini, bata yang digunakan berwarna merah, sehingga menjadi cikal bakal penamaan jembatan tersebut hingga saat ini.

Jembatan Merah memiliki sejarah panjang dan menjadi ikon bersejarah di Kota Bogor. Jembatan Merah juga pernah menjadi saksi bisu perjuangan melawan penjajah.

Pada masa itu, para pejuang Indonesia memasuki Kota Bogor melalui Jembatan Merah ini.

Baca Juga: Seni Melukis di World Celebral Palsy Day Kota Bogor sebagai Alat Kreatif dalam Mendukung Kesehatan Mental

Mereka akan bersiap untuk menyerbu markas tentara Belanda yang terletak di Jalan Bantammerweg, saat ini dikenal dengan nama Jalan Kapten Muslihat.

Di atas Jembatan Merah inilah, peperangan dan pertempuran terjadi hingga menelan banyak korban jiwa. Termasuk para pejuang Indonesia yang banyak berguguran di Jembatan Merah ini.

Dulu, lokasi di sekitar Jembatan Merah ini menjadi tempat rekreasi dan tempat bersantai bagi penduduk Bogor pada masa itu, termasuk orang-orang Belanda dan Eropa di hari Minggu atau ketika saat-saat istimewa dan hari libur.

Gustaf Willem Baron van Imhoff, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang tinggal di Istana Bogor juga sering melihat-lihat kegiatan masyarakat di sekitar Jembatan Merah.

Baca Juga: Puluhan Kader dan Anggota PMII Bogor Kompak Peringati Hari Sumpah Pemuda, Angin Malam Menambah Hikmat Suasana

Tak hanya itu, Ia juga berjalan-jalan serta melakukan olahraga pagi. Ia juga sering menikmati jajanan khas Bogor yang dijual di kawasan Jembatan Merah tersebut.

Makanan khas Bogor yang terkenal di kawasan itu adalah doclang, yang terdiri dari ketupat dengan bumbu kacang serta kentang rebus, telur rebus, tahu, juga kerupuk.

Jembatan Merah ini juga sering dikunjungi oleh para remaja, terutama pada malam minggu.

Beberapa makanan lain juga dijual di kawasan Jembatan Merah ini seperti bubur ayam, sate Madura, martabak, dimsum, gorengan, kue-kue tradisional, pisang aroma, dan lain sebagainya.***