POJOKSATU.id - Olahraga HIIT (High-Intensity Interval Training) dapat membantu membentuk tubuh secara efektif.
Latihan olahraga hiit melibatkan siklus intensitas tinggi dan istirahat singkat, membakar kalori lebih efisien.
Kombinasikan latihan kardiovaskular dan latihan kekuatan, seperti lari cepat dan latihan beban, untuk merangsang pertumbuhan otot dan meningkatkan stamina.
Berikut ada beberapa contoh dari olahraga hiit. Ready to say Hi to your body goals!
Baca Juga: 5 Langkah Mudah Turun Berat Badan Dalam Waktu 1 Minggu, Dijamin Ampuh!
1. Lari Sprint
Lari sprint merujuk pada berlari dengan kecepatan maksimal atau secepat mungkin selama jarak pendek.
Sprints biasanya dilakukan dalam jarak yang relatif pendek, misalnya 50 hingga 100 meter, tergantung pada tingkat kebugaran dan tujuan latihan.
Lari sprint dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, daya ledak, dan kapasitas aerobik.
2. Burpees
Burpees adalah gabungan gerakan push-up, lompatan, dan squat. Lakukan dengan intensitas tinggi selama periode waktu tertentu.
Latihan burpees memadukan unsur-unsur kardiovaskular, kekuatan otot, dan koordinasi gerakan.
Burpees adalah latihan yang efektif untuk melibatkan banyak otot dalam satu gerakan dan dapat digunakan dalam program latihan HIIT untuk meningkatkan kebugaran secara menyeluruh.
3. Skipping
Skipping merujuk pada kegiatan melompat tali, yang sering digunakan sebagai bentuk olahraga kardiovaskular dan latihan koordinasi.
Skipping dapat dilakukan dengan berbagai variasi, termasuk melompat dengan satu kaki, melompat dengan kedua kaki, atau menggabungkan gerakan-gerakan tertentu untuk meningkatkan kesulitan.
Skipping juga dapat menjadi permainan yang menyenangkan atau digunakan dalam program latihan HIIT untuk memberikan variasi dan meningkatkan intensitas latihan.
Baca Juga: Dijamin Sukses Diet Kalau Konsumsi 3 Buah Ini Sebagai Cemilan
4. Cycling HIIT
Cycling HIIT mengacu pada latihan High-Intensity Interval Training yang dilakukan dengan sepeda.
Cycling hiit melibatkan penggunaan sepeda statis atau sepeda bergerak (indoor cycling) untuk mencapai periode intensitas tinggi bergantian dengan periode istirahat atau intensitas rendah.
5. High Knees
High knees merujuk pada gerakan di mana seseorang berlari di tempat sambil membawa lutut setinggi mungkin ke arah dada secara bergantian.
High knees jenis latihan kardiovaskular dan plyometric yang melibatkan banyak otot, termasuk otot perut, pinggul, dan kaki.
Pilih olahraga HIIT yang sesuai dengan preferensi kamu dan sesuaikan durasi serta intensitasnya sesuai dengan tingkat kebugaran pribadi.
Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum memulai program latihan baru, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Semoga artikel ini dapat membantu.
Selamat mencoba!*** Lulu Maulida



