POJOKSATU.ID - Memiliki wajah putih bersih memang idaman setiap wanita. Sehingga banyak kaum wanita yang memakai skincare tidak aman untuk mendapatkan hasil yang instan.

Hingga akhirnya banyak yang mengeluh karena efek yang diberikan oleh skincare tersebut.

Salah satunya adalah wanita asal Kalimantan Timur bernama Nurleni yang mengalami warna kulit wajah menggelap bak gosong kena matahari.

Baca Juga: Imbas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, YouTube Blokir Akun Russell Brand dan Tangguhkan Monetisasinya

Kondisi itu diakuinya karena berhenti menggunakan produk krim wajah yang mengandung merkuri.

Awalnya bercak hitam itu berada di sebagian wajah. Namun, lama-lama melebar ke seluruh wajahnya.

Nurleni merupakan seorang single parents itu bercerita awalnya dia menggunakan krim wajah yang trend pada tahun 2013 lalu.

Baca Juga: Anies Baswedan Unggul di 4 Partai Berbasis Pemilih Islam, Raihan Suara Capai 37 Persen

Sebutnya, krim wajah tersebut sangat hits pada masanya. Saat dua tahun masa pemakaian, wanita 30 tahun itu mengatakan jika wajahnya memang terlihat lebih putih, bersih dan glowing.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tahun 2015, wajah Nurleni mulai muncul flek hitam pada bagian hidung dan pipi.

Nurleni awalnya tidak menghiraukan hal itu, bahkan ia beranggapan jika flek hitam itu muncul karena paparan sinar matahari, apalagi ia kerja di lapangan.

Baca Juga: Profil Marselino Ferdinan, Wonderkid Indonesia yang Bawa 3 Level Timnas ke Final Piala Asia

"Kirain karena flek kena matahari, namanya kerja di lapangan." ujar Nurleni dalam curhatannya.

Memasuki awal tahun 2016, Nurleni masih menggunakan krim wajah itu dengan anggapan dapat menghilangkan flek hitam yang sudah muncul.

Namun sayang, sejak itu pula flek hitam di wajahnya semakin parah. Dia pun terpikir untuk berhenti menggunakan krim wajah tersebut.

Meski sudah berhenti menggunakan, flek lagi-lagi timbul semakin lebar dan menebal di wajahnya.

Baca Juga: Klasemen Asian Games 2022 Usai Indonesia Tekuk Kirgistan, Garuda Muda Puncaki Grup F

Nurleni mengatakan, jika krim wajah yang membuat wajahnya tampak gosong itu ternyata berbahan merkuri.

Bahkan, sambung Nurleni, ia kerap mendapat hujatan dari orang-orang sekitar karena wajahnya gosong. Ia mendapat kalimat yang membuatnya down.

Kalimat itu berupa ejekan menohok yang membahas wajahnya. Salah satunya, Nurleni pernah disinggung kena azab.

Baca Juga: Popularitas Prabowo Paling Tinggi di Semua Ormas Islam, Ganjar dan Anies Kalah Saing

"Sakit hati juga dengarnya, sedih hati ini dapat cemoohan begitu." ujarnya menambahkan

Bahkan, ibu satu anak itu sempat mengurung diri di rumah selama tiga tahun, ia menghabiskan kesehariannya untuk jualan online.

Setiap malam, Nurleni hanya bisa meratapi nasibnya kala itu. Ia suka menangis di kamar, bahkan sempat merasa depresi dan terus bertanya-tanya kapan sembuh wajahnya yang terlihat gosong itu.

Menurutnya, pada saat pemakaian krim wajah itu adalah murni kesalahannya.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Pasar Johar Semarang, Dibangun Arsitek Belanda yang Pro-Kemerdekaan Indonesia

Dia mengaku kurangnya edukasi dan mudah terbujuk rayu teman-temannya yang merekomendasikan krim wajah tanpa menyelidiki kandungannya terlebih dahulu

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Nurleni sempat mencoba perawatan dari klinik, namun kondisi wajahnya tidak membaik.

Nurleni sempat disarankan untuk menjalani perawatan peeling. Namun dokter menjelaskan, pemulihannya akan memakan waktu yang lama.

Kini Nurleni hanya menerima perawatan skincare rekomendasi dokter.

Tidak semua skincare yang dijual di pasaran aman untuk digunakan. Untuk itu penting memperhatikan kandungan, cara pakai, serta sertifikasi BPOM saat memilih Skincare.

Jika salah memilih skincare, pengguna dapat mengalami berbagai masalah kulit.***