POJOKSATU.id - Bogor adalah salah satu kota yang populer karena kulinernya. Itu terlihat dari banyaknya restoran dan toko roti di Bogor, salah satunya adalah Jawara Bakery.
Orang Bogor sudah tidak asing dengan toko roti Jawara yang fenomenal ini.
Namun, tidak banyak orang yang tahu siapa orang yang membangun dan mengembangkan Jawara Bakery. Dia bernama Wanto Chandra dan berasal dari Bogor.
Pada 17 Juli 2005, Wanto Chandra mendirikan Jawara Bakery di Jalan Siliwangi, Sukasari, Bogor.
Baca Juga: Kuliner Roti Konde: Bentuknya Unik dan Disukai Orang Bogor, Ada 40 Menu Lain Siap Dinikmati
Wanto Chandra telah bersekolah di Sekolah Kesatuan dan Regina Pacis ini menyatakan bahwa sejak sekolah, dia telah bercita-cita untuk mendirikan toko kopi selain toko roti dan cake.
Akhirnya Wanto memutuskan untuk belajar karena dia ingin memulai bisnis.
Wanto percaya bahwa membuka toko kopi tidak cukup hanya menjual kopi; toko harus menjual berbagai roti, kue, dan minuman lainnya.
Wanto mengatakan, "Masa tamu minum kopi saja. Terus saya belajar bikin roti, belajar membuat ice cream buat temennya kopi."
Karena itu, Wanto lebih dulu belajar dan membuka mata, melihat potensi pasar. Toko Roti Jawara Bakery secara resmi dibuka pada 17 Juli 2005 setelah banyak belajar.
Baca Juga: Roti Bogor Permai, Tawarkan Kelezatan Klasik Tanpa Pengawet, Semua Wajib Mencicipi!
Wanto Chandra menceritakan, "Awalnya saya mau buka coffee shop. Berjalannya waktu pas tahun 2005, belum begitu banyak coffee shop, budaya nongkrong sambil wifi belum jalan, tapi roti saya banyak yang suka, jadi diputuskan jual roti saja."
Jawara Bakery memiliki outlet pertamanya di Jalan Siliwangi, Sukasari.
Karena Wanto menyukai dan menikmati berbagai jenis roti, selain melihat potensi pasar, dia lebih dulu membuka toko roti.
Dengan waktu, Jawara Bakery berkembang, dan Wanto mendirikan outlet pertamanya untuk menjual berbagai jenis roti.
Pada tahun pertama, Jawara Bakery membuat dan menjual berbagai jenis roti manis, brownis, pie, dan bolu.
Dengan produk yang ada saat itu, Wanto membantu beberapa karyawan dalam tim untuk terus menciptakan dan menambah jenis roti baru.
Baca Juga: Sejarah Roti Legendaris Tan Ek Tjoan, Jajanan Orang Belanda di Bogor Sejak Tahun 1921
Menjaga bisnis Jawara Bakery tidak semudah membalikkan telapak tangan. Wanto juga menghadapi banyak masalah.
Wanto Chandra juga merupakan bagian dari pemilik Kopi Agus, yang menghadapi masalah awal dalam bisnis adalah memasarkan produknya.
Tidak banyak orang yang tahu roti Jawara Bakery, terutama pada tahun pertamanya. Banyak yang tidak laku dan tidak terjual.
Wanto mengatakan bahwa roti sisa yang diproduksi pada hari sebelumnya disimpan di toko. Karena itu, produksi harus terus berlanjut, yang memakan waktu yang cukup lama.
Namun, Wanto menyadari bahwa memulai bisnis itu sulit dan harus terus berlanjut, karena roti yang tidak laku dan berkualitas rendah masih dapat dimakan, dibagikan, dan dibawa pulang oleh karyawan dan panti asuhan.
Selain tidak membuang-buang uang, roti yang dibuat oleh Jawara Bakery dapat didistribusikan untuk lebih banyak orang di Bogor.
"Jadi roti yang tidak laku tapi masih bagus, saya bagikan ke karyawan, karena banyak rotinya kita bagikan juga ke panti asuhan yang dekat," kata pria yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di kota ini.
Akhirnya, Jawara Bakery dikenal dan disukai oleh masyarakat Bogor karena didukung oleh tim yang setia, setia, dan kuat.
Untuk masalah saat ini, harga bahan pembuatan roti yang cenderung tidak stabil dan persaingan yang semakin meningkat,
Harga kadang-kadang membingungkan. Harga bahan baku naik, tetapi sulit untuk menaikkan harga jual.
Wanto mengatakan bahwa mereka harus mencari strategi karena roti dapat dijual dan habis dengan harga yang sama tanpa menambah modal besar lagi.
Saat ini, ada berbagai macam roti, termasuk donat. Jawara Bakery sekarang memiliki beberapa outlet tambahan selain outlet pertamanya, yang hanya menjual roti dan tempat kopi.
Outlet-outlet tersebut adalah Cibuluh dan Warung Jambu Bogor.
Untuk memasarkan produk Jawara Bakery, mereka juga menggunakan motor dan gerobak untuk mengunjungi perumahan atau kompleks di Bogor selain outlet.
Wanto berharap dapat terus menambah outlet baru yang lebih luas dan lengkap di masa depan, termasuk terus menambah jenis roti baru.***



