POJOKSATU.id — Riset pasar merupakan salah satu pilar utama dalam menjalankan sebuah usaha, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Namun dalam praktiknya, masih banyak pelaku UMKM yang menganggap riset pasar sebagai aktivitas yang mahal, rumit, dan hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Riset pasar sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, berbiaya rendah, bahkan tanpa modal sama sekali, selama pelaksanaannya tepat sasaran.

Baca Juga: Daya Tampung SNPMB 2025–2026 Dibongkar! Ini Peluang Lolos SNBP, SNBT, dan Jalur Mandiri

Melalui riset pasar, pelaku UMKM dapat memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, menentukan harga yang sesuai dengan daya beli pasar, serta mengembangkan produk agar mampu bersaing dengan kompetitor.

Salah satu cara paling mudah untuk melakukan riset pasar adalah melalui observasi langsung di lapangan.

Pelaku UMKM dapat mengamati produk sejenis yang ditawarkan oleh kompetitor, mulai dari harga jual, desain dan ukuran kemasan, variasi produk, hingga strategi promosi yang digunakan.

Baca Juga: Kuliah Gratis ke Brunei Darussalam, Ini 5 Universitas dan Beasiswa BDGS 2026

Dari pengamatan tersebut, pelaku usaha dapat melihat tren yang sedang diminati sekaligus menemukan peluang atau celah pasar yang belum banyak dimanfaatkan.

Selain observasi, riset pasar juga bisa dilakukan dengan bertanya langsung kepada konsumen.

Masukan dari pembeli menjadi sumber informasi yang sangat berharga karena mencerminkan pengalaman dan kebutuhan nyata di lapangan.

Baca Juga: Tidak Ikut TKA Bukan Pelanggaran, Tapi Ini Dampaknya bagi Siswa ke Jenjang Berikutnya

Pelaku UMKM dapat menanyakan alasan konsumen memilih produk, tingkat kepuasan terhadap kualitas, serta saran atau kritik untuk perbaikan.

Cara ini bisa dilakukan secara langsung saat transaksi maupun melalui pesan singkat seperti WhatsApp.

Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai alat riset pasar yang efektif.

Baca Juga: Pendaftaran TKA SD–SMP 2026 Dimulai, Ini Alur Resmi yang Wajib Dipahami Operator Sekolah

Tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, media sosial memungkinkan pelaku UMKM melihat respons konsumen melalui jumlah like, komentar, dan pesan yang masuk.

Fitur interaktif seperti polling atau tanya jawab di Instagram Story juga dapat digunakan untuk mengetahui minat konsumen terhadap produk tertentu atau rencana pengembangan produk baru.

Untuk mendapatkan data yang lebih terstruktur, pelaku UMKM dapat membuat kuesioner sederhana.

Baca Juga: Fakta Kacamata Hitam Presiden Prancis Macron di Davos: Sakit Mata Berujung Drama Global

Kuesioner ini bisa disebarkan melalui Google Form atau pesan broadcast kepada pelanggan.

Pertanyaan yang diajukan sebaiknya singkat dan relevan, seperti preferensi produk, kisaran harga yang diinginkan, atau kebiasaan belanja.

Agar tingkat respons lebih tinggi, pelaku usaha dapat menawarkan insentif kecil berupa diskon atau voucher.

Riset pasar juga dapat dilakukan dengan menganalisis produk terlaris di marketplace.

Baca Juga: Google Gemini Arena Hadir Perdana di Indonesia, Universitas Gunadarma Jadi Kampus Pertama

Platform marketplace menyediakan banyak informasi yang bisa dimanfaatkan, seperti daftar produk yang paling banyak terjual, harga pasar, serta ulasan dari pembeli.

Dari ulasan tersebut, pelaku UMKM dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan produk pesaing yang bisa dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran.

Baca Juga: Viral! Asyik Live TikTok Pakai Baju Dinas, Guru di Gorontalo Ditegur Akun Resmi Dinas Pendidikan

Selain itu, sebelum memproduksi dalam jumlah besar, pelaku UMKM disarankan melakukan uji coba produk dalam skala kecil.

Produk dijual secara terbatas untuk melihat respons konsumen terhadap kualitas, rasa, kemasan, maupun harga.

Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalkan risiko kerugian akibat produk yang kurang diminati pasar.

Baca Juga: Liburan Bisa Viral: Pemprov Jabar Ajak Wargi Pamer Hidden Gem Akhir Pekan

Tak kalah penting, data penjualan yang dimiliki UMKM juga merupakan bagian dari riset pasar.

Dengan menganalisis produk yang paling laku, waktu penjualan tertinggi, serta saluran penjualan yang paling efektif, pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi bisnis agar lebih tepat sasaran.

Pada akhirnya, riset pasar tidak selalu identik dengan biaya besar dan proses yang rumit.

Baca Juga: Cerita Rusmandi, Korban Tersangkut di Pohon, Pengalaman Tim SAR Evakuasi Jenazah Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung

Melalui observasi sederhana, komunikasi langsung dengan konsumen, pemanfaatan media sosial, serta analisis data penjualan, pelaku UMKM sudah dapat memahami pasar dengan lebih baik.

Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membantu UMKM bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.***