POJOKSATU.id - Di berbagai budaya zaman kuno, ada banyak rahasia perawatan kulit yang dapat diambil sebagai inspirasi.

Misalnya, dalam budaya Mesir kuno, minyak argan sering digunakan sebagai pelembap alami.

Sementara itu, budaya Asia seperti Korea kuno fokus pada penggunaan bahan alami seperti beras dan madu dalam perawatan kulit.

Juga, budaya Yunani kuno mengenal penggunaan minyak zaitun untuk menjaga kelembapan kulit.

Semua ini bisa menjadi inspirasi untuk merawat kulit secara alami dan tradisional.

Baca Juga: Ingin wajah cantik seperti Hayle Bieber? Yuk coba Strawberry makeup yang lagi viral

Pojoksatu sudah menyiapkan gambaran singkat tentang sejarah kecantikan kulit di berbagai periode dan budaya di dunia. Simak berikut ini.

1. Zaman Kuno
   - Mesir Kuno: Para wanita Mesir kuno menggunakan berbagai minyak alami dan bahan-bahan seperti minyak argan, minyak zaitun, dan madu untuk merawat kulit dan rambut.

   - Yunani Kuno: Di Yunani kuno, kebersihan dan kecantikan dihargai. Minyak zaitun dan campuran bedak digunakan untuk mencerahkan wajah.

2. Abad Pertengahan
   - Eropa: Pada Abad Pertengahan, kulit yang sangat putih dianggap sebagai tanda kecantikan.

Wanita menggunakan bedak yang terbuat dari campuran bahan-bahan seperti gandum dan telur untuk mencapai kulit yang pucat.

3. Renaisans
   - Eropa: Kulit putih tetap dihargai, dan bedak digunakan secara luas. Namun, wajah mulai dihiasi dengan titik-titik hitam kecil untuk menciptakan efek kulit yang pucat dengan kontras.

Baca Juga: Kecantikan Alamiah dan Warisan Budaya: Fakta Keajaiban Kulit Wanita Indonesia

4. Zaman Victoria
   - Eropa: Wanita masih mengutamakan kulit yang putih dan bersih. Bedak dan krim pemutih digunakan untuk mencapai tampilan ini. Dalam budaya Eropa, pipi kemerahan juga dianggap menarik.

5. Abad ke-20
   - 1920-an: Zaman Flapper membawa perubahan dalam persepsi kecantikan. Bibir merah cerah dan mata yang ditekankan menjadi tren. Kulit cenderung lebih alami.

   - 1950-an: Wanita cenderung menggunakan warna-warna lembut untuk mata dan bibir, sementara alis yang tipis populer pada awal dekade.

   - 1980-an: Tren tata rias dramatis dan berwarna cerah muncul, dengan penekanan pada mata dan bibir.

   - 2000-an: Kecantikan alami semakin populer, dengan fokus pada perawatan kulit yang baik dan penekanan pada kebersihan.

Baca Juga: Perawatan Kulit yang Efektif: Mengungkap Fakta dan Mitos Seputar Skincare

6. Abad ke-21
   - Kecantikan alami dan perawatan kulit menjadi fokus utama. Produk-produk alami, organik, dan berbahan dasar tumbuhan semakin dicari.

Makeup dan tata rias digunakan untuk meningkatkan fitur wajah alami.

Seiring waktu, konsep kecantikan terus berkembang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan tren masyarakat.

Dari tren putihnya kulit di abad pertengahan hingga penekanan pada kecantikan alami pada abad ke-21, sejarah kecantikan mencerminkan perubahan dalam selera dan pandangan mengenai keindahan.***