POJOKSATU.id - Saat waktu berbuka puasa tiba, hidangan takjil hampir selalu menjadi menu yang paling ditunggu.
Rasanya yang manis dan hangat membuat tubuh terasa lebih nikmat setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Dari sekian banyak pilihan takjil, bubur candil ubi rambat menjadi salah satu sajian tradisional yang masih banyak digemari.
Teksturnya yang lembut dengan kuah gula merah yang manis serta santan gurih membuat hidangan ini cocok disantap saat berbuka.
Menariknya, bubur candil juga cukup mudah dibuat di rumah.
Bahan-bahannya sederhana dan proses memasaknya tidak terlalu rumit, sehingga siapa saja bisa mencobanya.
Nah, jika Anda ingin menyajikan takjil hangat yang lezat untuk keluarga, resep bubur candil ubi rambat berikut ini bisa menjadi pilihan.
Bahan Candil
-
250 gram ubi jalar
-
100 gram tepung ketan
-
3 sendok makan Palmia Margarin Serbaguna, dilelehkan
-
½ sendok teh garam
Bahan Kuah Gula
-
200 ml air
-
½ sendok makan garam
-
100 gram gula merah
-
50 gram gula pasir
-
1 lembar daun pandan
-
200 ml santan kental
-
1 sendok makan tepung ketan (larutkan dengan sedikit air)
Cara Membuat
Pertama, kupas kulit ubi jalar lalu kukus hingga matang. Setelah itu haluskan ubi dan biarkan hingga dingin.
Jika sudah dingin, campurkan ubi dengan tepung ketan, margarin yang telah dilelehkan, serta garam. Uleni adonan hingga tercampur rata, lalu bentuk menjadi bulatan kecil seperti bola candil.
Rebus bola-bola candil ke dalam air mendidih hingga mengapung. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
Selanjutnya, buat kuah gula dengan merebus air, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan hingga mendidih. Setelah itu angkat dan saring agar kuah lebih halus.
Masak kembali kuah gula tersebut, lalu masukkan bola-bola candil. Tambahkan larutan tepung ketan dan santan kental sambil terus diaduk hingga kuah mendidih dan sedikit mengental.
Setelah matang, bubur candil ubi rambat siap disajikan selagi hangat.
Hidangan sederhana ini bukan hanya menggugah selera, tetapi juga membawa rasa hangat kebersamaan saat berbuka puasa.
Di tengah kesibukan sehari-hari, semangkuk bubur candil bisa menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari hal-hal sederhana yang dinikmati bersama keluarga.***




