POJOKSATU.id — Di era media sosial dan aplikasi kencan yang semakin berkembang, pola hubungan antarmanusia ikut mengalami perubahan.

Tidak sedikit istilah baru bermunculan untuk menggambarkan dinamika percintaan modern yang sering kali membingungkan, terutama bagi mereka yang baru mengenalnya.

Mulai dari ghosting, breadcrumbing, hingga situationship, istilah-istilah ini kerap muncul dalam percakapan anak muda maupun konten di media sosial.

Baca Juga: Sering Curhat di Media Sosial? Ini Dampak Oversharing yang Jarang Disadari

Sebagian terdengar asing, tetapi sebenarnya cukup dekat dengan pengalaman banyak orang dalam menjalin hubungan.

Memahami istilah relationship modern bukan hanya soal mengikuti tren bahasa gaul, tetapi juga membantu seseorang mengenali pola hubungan yang sehat maupun yang berpotensi merugikan secara emosional.

Berikut sejumlah istilah relationship modern yang perlu diketahui.

Baca Juga: 141 Calon Haji Lansia Kabupaten Bandung Berangkat, KDS Janji Perjuangkan Tambahan Kuota 2027

1. Ghosting
Ghosting adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan dalam sebuah hubungan atau proses pendekatan.

Komunikasi yang sebelumnya intens mendadak berhenti begitu saja, tanpa kabar maupun alasan yang jelas.

Fenomena ini sering terjadi setelah fase pendekatan atau bahkan ketika hubungan mulai terlihat serius.

Baca Juga: Mengenal Pesta Babi Suku Muyu di Papua, Tradisi Adat yang Sarat Makna Kebersamaan dan Syukur

Orang yang mengalami ghosting biasanya merasa bingung, kecewa, hingga mempertanyakan kesalahan diri sendiri karena tidak mendapat penutupan (closure).

2. Breadcrumbing
Breadcrumbing merupakan perilaku memberi perhatian secukupnya agar seseorang tetap bertahan, tetapi tanpa niat serius menjalani hubungan.

Bentuknya bisa berupa pesan sesekali, perhatian kecil, atau rayuan yang muncul tidak konsisten.

Tujuannya sering kali hanya menjaga ketertarikan lawan bicara tanpa benar-benar berkomitmen.

Baca Juga: Prompt AI Giant Character Perempuan: Raksasa Berkebaya Sunda Pegang Masjid Istiqlal di Tengah Jakarta

Kondisi ini dapat membuat seseorang berharap terlalu jauh pada hubungan yang sebenarnya tidak memiliki arah jelas.

3. Love Bombing
Love bombing adalah kondisi ketika seseorang memberikan perhatian, pujian, hadiah, atau kasih sayang secara berlebihan di awal hubungan.

Sekilas hal ini terlihat romantis dan menyenangkan.

Namun, dalam beberapa situasi, love bombing bisa menjadi pola manipulatif untuk membuat pasangan cepat merasa bergantung secara emosional.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Sentuh Level Rp17.675 per Dolar AS

Setelah berhasil mendapatkan perhatian penuh, perilaku pelaku bisa berubah drastis.

4. Situationship
Situationship menggambarkan hubungan yang berjalan seperti pasangan, tetapi tanpa status atau komitmen yang jelas.

Kedua pihak bisa sangat dekat, rutin berkomunikasi, bahkan melakukan aktivitas layaknya pasangan resmi.

Meski demikian, hubungan tersebut sering kali menggantung karena tidak ada kejelasan arah maupun definisi hubungan.

Baca Juga: Daftar Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026, Operasi Plastik hingga Behel Masuk

Situationship dapat memicu kebingungan emosional jika salah satu pihak menginginkan kepastian.

5. Red Flag
Istilah red flag digunakan untuk menggambarkan tanda bahaya atau perilaku yang perlu diwaspadai dalam hubungan.

Misalnya sikap manipulatif, posesif berlebihan, tidak menghormati batasan pribadi, atau kebiasaan berbohong.

Mengenali red flag sejak awal penting untuk membantu seseorang menghindari hubungan yang tidak sehat.

Baca Juga: Anies Sejak Awal Miliki Pandangan Beda Soal Pemerataan Pembangunan, Bukan Membangun IKN

6. Green Flag
Kebalikan dari red flag, green flag adalah tanda positif dalam hubungan.

Contohnya komunikasi yang sehat, saling menghargai, konsisten, serta mampu menyelesaikan konflik secara dewasa.

Green flag sering menjadi indikator bahwa hubungan memiliki fondasi yang sehat dan layak dipertahankan.

7. Benching
Benching adalah kondisi ketika seseorang tetap mempertahankan komunikasi dengan orang lain, tetapi hanya dijadikan “cadangan”.

Baca Juga: Grab Dorong Lebih Dari 1.800 UMKM Perempuan 'Naik Kelas' Lewat SERABI 2026, Ajarkan Strategi Bisnis Anti Boncos di 13 Kota

Biasanya perhatian diberikan sesekali agar hubungan tidak benar-benar putus.

Orang yang melakukan benching cenderung belum ingin berkomitmen penuh, tetapi juga tidak ingin kehilangan opsi.

8. Orbiting
Orbiting terjadi ketika seseorang berhenti berkomunikasi secara langsung, tetapi masih memantau kehidupan mantan atau gebetannya melalui media sosial, seperti menonton story atau memberi like pada unggahan.

Perilaku ini sering membuat pihak lain bingung karena seolah masih menunjukkan perhatian, tetapi tanpa interaksi nyata.

Baca Juga: Ada Luka Tusuk dan Kekerasan di Kelamin, Polisi Belum Simpulkan Siswi Cantik SMK Nias Utara Dibunuh

9. Soft Launch Relationship
Soft launch relationship merujuk pada kebiasaan memperlihatkan hubungan secara samar di media sosial tanpa menunjukkan identitas pasangan secara jelas.

Misalnya hanya mengunggah foto tangan, bayangan, atau momen bersama tanpa wajah.

Cara ini sering dilakukan untuk menjaga privasi sekaligus memberi sinyal bahwa seseorang sedang menjalin hubungan.

10. Delulu
Istilah delulu berasal dari kata “delusional” yang populer di media sosial.

Dalam konteks relationship, delulu digunakan secara bercanda untuk menggambarkan seseorang yang terlalu berharap atau membayangkan hubungan romantis yang belum tentu nyata.

Baca Juga: 12 Jurusan Kuliah Paling Dicari Perusahaan 2026, Peluang Kerja Terbuka Lebar

Meski sering digunakan sebagai candaan, sikap terlalu berharap tanpa kepastian juga bisa membuat seseorang mudah kecewa.

Memahami berbagai istilah relationship modern dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap dinamika hubungan yang dijalani.

Dengan mengenali pola yang sehat maupun tidak sehat, seseorang bisa lebih bijak dalam membangun hubungan yang nyaman dan saling menghargai.***