POJOKSATU.id - Isu yang ramai disebut sebagai super flu belakangan ini dipastikan tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa influenza A (H3N2) subklade K bukan virus baru dan telah lama bersirkulasi di masyarakat.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan virus ini tidak berbahaya seperti COVID-19 maupun tuberkulosis.

Baca Juga: MA Tunjuk Wapres Delcy Rodriguez Presiden Sementara Venezuela, Anggap Presiden Diculik

“Jadi tidak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 yang mematikan. Tidak. Ini adalah flu biasa, influenza H3N2,” ujarnya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, menyatakan vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza A (H3N2), termasuk subklade K yang banyak diberitakan.

Berdasarkan penilaian World Health Organization (WHO) dan kondisi epidemiologi terkini, subklade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan klade atau subklade influenza lainnya. Gejalanya pun masih sama dengan flu musiman.

Baca Juga: NRG Terhambat Karena Sinkronisasi Data, Ini Dampaknya ke Jadwal TPG 2026 dan Saran Menyikapinya

Data Global Influenza A (H3)
Berdasarkan pemantauan Kemenkes dan laporan WHO, kondisi global influenza A (H3) dapat dirinci sebagai berikut:

- Peningkatan kasus di Amerika Serikat terpantau sejak minggu ke-40 tahun 2025 atau sekitar Oktober.

- Lonjakan kasus sejalan dengan masuknya musim dingin, pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

- Jumlah kasus influenza A (H3) yang dilaporkan di Amerika Serikat mencapai 1.127 kasus.

Baca Juga: Full Senyum! PPPK Paruh Waktu Bengkalis Dijemput Bus Gratis Saat Tiba di Pelabuhan

Situasi di Kawasan Asia
Untuk kawasan Asia, Kemenkes mencatat kondisi berikut:

- Subklade K terdeteksi di China, Korea, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak minggu ke-30 tahun 2025.

- Varian dominan di negara-negara tersebut adalah influenza A (H3).

- Tren kasus influenza di Asia menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

- Pola penurunan kasus juga terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Cek Daerahmu! Ini Daftar Daerah yang Lantik PPPK Paruh Waktu 2026

Data Lengkap Influenza di Indonesia
Kemenkes membeberkan data rinci hasil surveilans influenza nasional sebagai berikut:

- Varian influenza dominan di Indonesia masih influenza A (H3).

- Tren kasus influenza nasional menurun dalam dua bulan terakhir.

- Subklade K terdeteksi sejak Agustus 2025.

- Deteksi berasal dari laporan 88 sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Bukan Dicabut, Ini Alasan JHT PPPK Paruh Waktu Belum Bisa Cair

- Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subklade K.

- Kasus tersebar di delapan provinsi.

- Provinsi dengan kasus terbanyak: Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Data Spesimen dan Genome Sequencing
Berdasarkan pemeriksaan laboratorium Kemenkes:

- Total spesimen positif influenza: 843 sampel.

- Spesimen yang dilakukan genome sequencing: 348 sampel.

Baca Juga: Bukan Gugur di Medan Tempur, Pratu Farkhan Diduga Tewas Dianiaya Sesama TNI Saat Bertugas di Papua

- Rincian hasil genome sequencing:
1. Influenza A (H1): 152 sampel atau 44 persen.
2. Influenza A (H3): 172 sampel atau 49 persen.
3. Influenza B/Victoria: 24 sampel atau 7 persen.

- Dari influenza A (H3):
Subklade K: 62 sampel atau sekitar 36 persen.

Karakteristik Kasus di Indonesia
Kemenkes juga mencatat karakteristik demografis kasus influenza A (H3):

- Kasus lebih banyak ditemukan pada perempuan, yaitu 64 persen.

Baca Juga: BKPSDM Indramayu Temukan ASN Bolos Kerja Pasca Libur Nataru dan Akan Diberikan Berupa Sanksi

- Kelompok usia terbanyak berada pada rentang 1–10 tahun, sekitar 35 persen.

- Seluruh varian yang ditemukan merupakan virus yang telah lama dikenal secara global.

- Seluruh varian dipantau secara rutin melalui sistem surveilans WHO.

Baca Juga: Cara Membuat SKCK 2026 Lengkap dengan Biaya Resmi dan Syarat Terbaru

Imbauan dan Langkah Pencegahan
Di tengah isu super flu, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan langkah pencegahan dasar, antara lain:

- Menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

- Rutin mencuci tangan.

- Istirahat yang cukup dan berolahraga.

- Mengonsumsi makanan bergizi.

- Melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Baca Juga: NRG Belum Terbit di Info GTK 2026? Ini Penyebabnya dan Dampaknya ke Pencairan TPG yang Wajib Guru Pahami

- Tetap di rumah saat sakit, menerapkan etika batuk, dan menggunakan masker bila diperlukan.

Pemerintah menegaskan akan terus meningkatkan surveilans dan pelaporan influenza secara berkelanjutan. ***