POJOKSATU.ID - Ramadan di Bandung selalu identik dengan suasana yang hangat dan penuh semangat.
Kota Kembang ini bukan hanya terkenal dengan wisata dan kuliner kreatifnya, tetapi juga dengan deretan spot takjil yang selalu ramai menjelang waktu berbuka puasa.
Setiap sore, mulai pukul 15.30 WIB, sejumlah titik di Bandung berubah menjadi lautan manusia.
Baca Juga: Rekomendasi Jus Buah Terbaik Saat Sahur Puasa Ramadhan Agar Tubuh Tetap Terhidrasi
Warga dari berbagai penjuru kota memadati lapak-lapak takjil yang menawarkan beragam makanan dan minuman pembuka puasa.
Dari jajanan tradisional hingga dessert kekinian, semuanya tersedia lengkap.
Kawasan Gasibu dan Pusdai, Favorit Warga
Lapangan Gasibu dan area sekitar Masjid Pusdai menjadi salah satu pusat takjil paling ramai di Bandung.
Baca Juga: Yusril Tegas Desak Oknum Brimob Penganiaya Remaja 14 Tahun di Tual Dipecat dan Diproses Pidana
Menjelang magrib, trotoar dan pinggir jalan dipenuhi pedagang yang menjual kolak pisang, es buah, es cendol, gorengan, cireng, hingga batagor mini.
Suasana semakin semarak dengan deretan lampu lapak yang mulai menyala saat senja tiba.
Banyak keluarga datang bersama anak-anak, sementara anak muda dan pekerja kantoran terlihat antre memilih menu berbuka.
Baca Juga: Yusril Tegas Desak Oknum Brimob Penganiaya Remaja 14 Tahun di Tual Dipecat dan Diproses Pidana
Beberapa pedagang mengaku bisa menjual ratusan porsi dalam satu sore.
Pasar Cihapit, Takjil Tradisional yang Legendaris
Selain Gasibu, Pasar Cihapit juga menjadi destinasi favorit berburu takjil.
Pasar ini dikenal dengan jajanan tradisionalnya yang khas dan autentik.
Saat Ramadan, pilihan takjil semakin beragam.
Mulai dari colenak, bandros, surabi, hingga es goyobod yang menjadi ikon kuliner Bandung tersedia di sini.
Baca Juga: Yusril Tegas Desak Oknum Brimob Penganiaya Remaja 14 Tahun di Tual Dipecat dan Diproses Pidana
Es goyobod dengan campuran tape, kelapa muda, dan sirup merah menjadi salah satu yang paling dicari karena kesegarannya cocok untuk membatalkan puasa.
Jalan Dipatiukur dan Sekitar Kampus
Kawasan Dipatiukur yang dekat dengan kampus ITB dan Unpad juga tak kalah ramai.
Mahasiswa memadati lapak takjil sederhana yang menjual menu hemat seperti:
-
Gorengan Rp1.000
-
Martabak mini
-
Risoles
-
Es teh jumbo
-
Kolak ubi
Dengan uang Rp10.000 hingga Rp20.000, mahasiswa sudah bisa menikmati paket takjil lengkap.
Hal ini menjadikan Bandung tetap ramah bagi kantong pelajar dan perantau selama Ramadan.
Takjil Khas Bandung yang Selalu Ludes
Beberapa takjil khas Bandung yang selalu cepat habis antara lain:
-
Es goyobod
-
Colenak bakar dengan tape singkong
-
Surabi oncom atau kinca
-
Bandros hangat
-
Batagor kuah mini
Menu-menu ini menjadi buruan karena cita rasanya yang khas dan sulit ditemukan di luar Bandung.
Pedagang biasanya mulai kewalahan melayani pembeli saat waktu berbuka semakin dekat.
Ramai Sejak Sore, Macet Jelang Magrib
Fenomena tahunan yang hampir selalu terjadi adalah kepadatan lalu lintas di sekitar pusat takjil.
Warga disarankan datang lebih awal untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang.
Meski demikian, suasana berburu takjil justru menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang dinantikan.
Ada rasa kebersamaan saat warga berdiri berdampingan memilih menu berbuka.
Tips Berburu Takjil di Bandung
Agar pengalaman lebih nyaman, berikut tipsnya:
Datang sebelum pukul 16.30 WIB.
Gunakan transportasi online atau berjalan kaki jika memungkinkan.
Siapkan uang tunai.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Siapkan 4 Tol Fungsional Gratis di Trans Jawa
Beli secukupnya sesuai kebutuhan.
Ramadan di Bandung bukan hanya tentang berbuka puasa, tetapi juga tentang tradisi, interaksi sosial, dan kenikmatan kuliner yang beragam.
Bagi warga maupun wisatawan yang sedang berada di Kota Kembang, berburu takjil di Gasibu, Pusdai, atau Pasar Cihapit bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan.***




