POJOKSATU.ID - Ramadan di Yogyakarta selalu punya cerita.
Kota pelajar ini tidak hanya dikenal dengan budaya dan destinasi wisatanya, tetapi juga surga kuliner murah meriah, termasuk saat bulan puasa tiba.
Menjelang waktu berbuka, sejumlah titik di Jogja berubah menjadi pusat perburuan takjil.
Mahasiswa, pekerja, hingga warga sekitar memadati lapak-lapak dadakan yang menjual aneka hidangan pembuka dengan harga ramah di kantong.
Bagi mahasiswa yang tinggal di kos, berburu takjil menjadi solusi hemat sekaligus praktis untuk berbuka puasa tanpa harus memasak.
Kampung Ramadan Jogokariyan, Ikon Takjil Jogja
Nama Masjid Jogokariyan sudah tak asing lagi saat Ramadan.
Berlokasi di Mantrijeron, kawasan ini selalu ramai setiap sore.
Selain menyediakan ribuan porsi takjil gratis, area sekitar masjid juga dipenuhi pedagang yang menjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka.
Mulai dari kolak pisang, es buah, es campur, gorengan, tahu isi, pastel, hingga aneka jajanan tradisional seperti cenil dan lupis tersedia lengkap.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau.
Baca Juga: WAJIB TAHU! Manfaat Minum Air Putih dengan Pola 2-4-2 Selama Ramadhan
Gorengan dijual mulai Rp1.000 per buah, sedangkan minuman segar dibanderol mulai Rp5.000.
Pasar Sore Ramadan Kauman
Kawasan Kauman yang berada dekat Malioboro juga menjadi salah satu pusat takjil favorit warga Jogja.
Suasana tradisional terasa kental di sini.
Deretan pedagang menjual kicak, makanan khas Ramadan berbahan ketan dengan taburan kelapa dan nangka yang hanya muncul saat bulan puasa.
Baca Juga: WAJIB TAHU! Manfaat Minum Air Putih dengan Pola 2-4-2 Selama Ramadhan
Selain itu, ada pula bubur sumsum, kolak labu, hingga jajanan pasar klasik yang jarang ditemui di luar Ramadan.
Banyak mahasiswa sengaja datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang menjelang magrib.
Takjil Murah Dekat Kampus UGM dan UNY
Bagi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kawasan sekitar kampus seperti Jalan Kaliurang dan Selokan Mataram menjadi spot favorit berburu takjil.
Lapak-lapak sederhana berjajar rapi menjual:
-
Es teh jumbo
-
Es cokelat literan
-
Risoles mayo
-
Sosis solo
-
Martabak mini
-
Kolak ubi dan pisang
Dengan uang Rp10.000 hingga Rp15.000, mahasiswa sudah bisa membawa beberapa menu takjil untuk berbuka.
Inilah yBaca Juga: Tetap Fokus Selama Ramadhan Cuma dengan Atur Jadwal Minum Air Putih yang Pas!ang membuat Jogja dikenal sebagai kota dengan biaya hidup terjangkau, termasuk saat Ramadan.
Ragam Takjil Tradisional yang Dirindukan
Salah satu daya tarik Ramadan di Jogja adalah kehadiran jajanan tradisional yang mulai jarang ditemui di hari biasa.
Baca Juga: Tetap Fokus Selama Ramadhan Cuma dengan Atur Jadwal Minum Air Putih yang Pas!
Cenil warna-warni, lupis dengan gula merah cair, gatot, hingga tiwul manis kembali bermunculan.
Takjil-takjil ini bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari nostalgia dan identitas kuliner Jogja.
Banyak warga yang sengaja mencari jajanan ini untuk menghadirkan suasana Ramadan seperti masa kecil dulu.
Ramai Sejak Pukul 16.00 WIB
Pantauan di sejumlah titik menunjukkan aktivitas jual beli sudah mulai ramai sejak pukul 16.00 WIB.
Baca Juga: Ramadan di Denpasar: Takjil Khas Bali Ini Cuma Muncul Saat Puasa, Nomor 3 Paling Diburu
Mahasiswa yang baru pulang kuliah atau pekerja yang selesai beraktivitas langsung berburu takjil sebelum kembali ke kos atau rumah.
Menjelang azan magrib, suasana semakin padat. Beberapa pedagang bahkan mengaku dagangannya habis sebelum waktu berbuka tiba.
Tips Hemat Berburu Takjil di Jogja
Agar tetap hemat selama Ramadan, berikut beberapa tips bagi mahasiswa:
Baca Juga: Ramadan di Denpasar: Takjil Khas Bali Ini Cuma Muncul Saat Puasa, Nomor 3 Paling Diburu
Datang lebih awal agar mendapat pilihan lengkap.
Bandingkan harga antar lapak.
Pilih menu sederhana namun mengenyangkan.
Beli secukupnya agar tidak mubazir.
Ramadan di Jogja selalu menghadirkan atmosfer yang hangat dan bersahaja.
Baca Juga: WAJIB TAHU! Manfaat Minum Air Putih dengan Pola 2-4-2 Selama Ramadhan
Di tengah kesederhanaannya, kota ini menyajikan ragam takjil murah meriah yang memanjakan lidah tanpa menguras dompet.
Bagi mahasiswa dan perantau, berburu takjil di Jogja bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang kebersamaan, keceriaan, dan kenangan yang akan selalu dirindukan.***




