POJOKSATU.id - Bulan Ramadan semakin dekat. Umat Islam kini berada di penghujung bulan Rajab dan bersiap memasuki Syaban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa.

Menjelang datangnya bulan suci, Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun fisik, salah satunya dengan memperbanyak ibadah di bulan Syaban, terutama puasa sunnah.

Syaban bukan sekadar bulan penantian menuju Ramadan. Dalam banyak riwayat, Rasulullah Saw dikenal memperbanyak puasa dan amalan kebaikan lainnya di bulan ini.

Puasa Syaban menjadi sarana latihan agar tubuh dan jiwa lebih siap menjalani puasa Ramadan dengan optimal, tanpa rasa berat dan keterkejutan.

Baca Juga: Pesawat Smart Air Mendarat di Perairan Nabire Barat, Semua Penumpang Selamat, Diduga Alami Stall

Kapan Bulan Syaban 2026?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Syaban 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, dan berakhir pada 18 Februari 2026, tergantung hasil rukyat.

Sementara itu, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 2026 jatuh pada 18 Februari, sedangkan pemerintah akan menetapkannya melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026.

Dengan rentang waktu sekitar satu bulan, Syaban menjadi momentum strategis untuk membangun konsistensi ibadah sebelum memasuki Ramadan.

Baca Juga: Pilihan Menu Buka Puasa Buatan Rumah, dari Hidangan Gurih, Segar hingga Takjil Manis Favorit Keluarga

Puasa Syaban dan Teladan Rasulullah

Keutamaan puasa Syaban memiliki dasar kuat dalam hadis sahih. Dari Aisyah ra., ia berkata, “Aku tidak pernah melihat Nabi Saw memperbanyak puasa selain di bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, bahkan disebutkan Rasulullah Saw hampir berpuasa penuh selama bulan Syaban, kecuali beberapa hari saja.

Hal ini menunjukkan perhatian khusus beliau terhadap bulan ini sebagai masa persiapan menuju Ramadan.

Selain itu, Syaban juga dikenal sebagai bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah Swt.

Karena itu, memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah, menjadi kesempatan besar untuk meraih rida dan ampunan-Nya.

Baca Juga: Membuat Resume Profesional Lebih Cepat dengan Copilot di Microsoft Word

Jadwal Puasa Sunnah Syaban 2026

Pada dasarnya, puasa sunnah dapat dilakukan kapan saja sepanjang bulan Syaban.

Namun, beberapa jenis puasa berikut paling sering diamalkan dan dianjurkan.

Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin-Kamis bisa dikerjakan selama bulan Syaban. Berikut perkiraan jadwalnya:

- Kamis, 22 Januari 2026 (3 Syaban)

- Senin, 26 Januari 2026 (5 Syaban)

- Kamis, 29 Januari 2026 (10 Syaban)

- Senin, 2 Februari 2026 (14 Syaban)

- Kamis, 5 Februari 2026 (17 Syaban)

- Senin, 9 Februari 2026 (21 Syaban)

- Kamis, 12 Februari 2026 (23 Syaban)

- Senin, 16 Februari 2026 (28 Syaban)

Baca Juga: BPSDM DKI Jakarta Rilis Agenda Pekan Ini: Fokus pada Monitoring CPNS!

Niat puasa Senin atau Kamis dibaca sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ / الْخَمِيسِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya, “Saya berniat puasa sunnah hari Senin/Kamis karena Allah Ta‘ala.”

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban, yang pada 2026 diperkirakan jatuh pada:

- 1 Februari 2026 (13 Syaban)

- 2 Februari 2026 (14 Syaban)

- 3 Februari 2026 (15 Syaban)

Puasa Nisfu Syaban

Puasa Nisfu Syaban dilakukan pada 15 Syaban, bertepatan dengan 3 Februari 2026. Puasa ini biasanya dikerjakan setelah menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah dan doa.

Niat puasa Nisfu Syaban sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya, “Saya berniat puasa sunnah Nisfu Syaban karena Allah Ta‘ala.”

Baca Juga: Rektor UNIDA Siti Pupu Fauziah Roestamy Dikukuhkan sebagai Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling, Satu-satunya di Jabar dan Banten

Keutamaan Puasa Syaban

Puasa sunnah di bulan Syaban mengandung banyak keutamaan.

Selain meneladani sunnah Rasulullah Saw, ibadah ini juga berfungsi sebagai persiapan fisik dan mental sebelum menjalani puasa wajib di bulan Ramadan.

Puasa Syaban membantu tubuh menyesuaikan diri, sehingga saat Ramadan tiba, ritme ibadah sudah terbentuk dan lebih stabil.

Dari sisi spiritual, Syaban menjadi waktu untuk memperbaiki niat, melatih kesabaran, serta menjaga konsistensi ibadah agar tidak memulai Ramadan dari nol.

Syaban juga dikenal sebagai bulan diangkatnya amal-amal manusia.

Baca Juga: Viral Penjual Es Utan Panjang Diamankan Aparat, Hasil Uji Polda Nyatakan Aman, Petugas Akhirnya Minta Maaf

Memperbanyak puasa dan amal saleh di bulan ini menjadi momen penting untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil, memohon ampunan, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah Swt.

Menahan lapar dan haus saat puasa sunnah mengajarkan rasa syukur atas nikmat yang sering luput disadari.

Dari latihan sederhana inilah, hati dilunakkan dan kedekatan dengan Allah semakin terasa.

Syaban pada akhirnya bukan hanya penghubung antara Rajab dan Ramadan. Ia adalah ruang persiapan, tempat menempa diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan. ***