POJOKSATU.id - Puasa kerap dimanfaatkan banyak orang sebagai momen untuk menurunkan berat badan.
Namun, godaan saat berbuka sering kali justru membuat diet berantakan karena konsumsi makanan berlebihan tanpa memperhatikan kandungan gizinya.
Padahal, dengan pemilihan menu yang tepat, puasa bisa menjadi momentum untuk membentuk pola makan yang lebih sehat.
Menu sehat saat puasa berperan penting dalam menjaga energi, mencegah gangguan pencernaan, serta memastikan tubuh tetap mendapat nutrisi yang cukup.
Baca Juga: 10 Pilihan Makanan Buka Puasa yang Sehat dan Mudah Dibuat di Rumah
Pola makan yang kurang tepat bisa memicu rasa lemas, sakit kepala, hingga masalah kesehatan lainnya.
Karena itu, konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka sangat dianjurkan, meliputi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari buah serta sayur.
Dalam menyusun menu diet saat puasa, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan.
Pertama, prioritaskan makanan bergizi dan alami seperti buah, sayur, biji-bijian, serta protein tanpa lemak.
Kedua, batasi makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman tinggi gula.
Baca Juga: Jadi Perbincangan di Grup Guru, Kabar Gaji 2026 Naik 8 Persen Ternyata Belum Resmi
Ketiga, perhatikan porsi makan agar tidak berlebihan.
Keempat, cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup antara berbuka hingga sahur.
Terakhir, tetap konsisten menjalani pola makan sehat meski sedang berpuasa.
Pada waktu sahur, sebaiknya memilih makanan dengan kandungan protein lebih tinggi dibanding karbohidrat sederhana.
Misalnya kombinasi ikan salmon panggang, brokoli rebus, kentang tumbuk, apel, dan susu.
Protein membantu meningkatkan metabolisme sekaligus memberi energi lebih tahan lama sepanjang hari.
Pilihan lain untuk sahur adalah ayam panggang bagian dada, buncis atau kacang panjang rebus, tempe atau tahu, serta buah semangka.
Baca Juga: UGM Buka Jalur Afirmasi Tridharma 2026, Ini Syarat, Tahapan, dan Jadwal Lengkapnya
Menghindari gorengan sangat disarankan agar asupan lemak tidak berlebihan.
Sayuran hijau yang dikukus atau direbus juga lebih baik karena nutrisinya tetap terjaga.
Menu sahur ringan seperti oatmeal dengan buah-buahan dan kacang-kacangan, atau sandwich roti gandum berisi telur, keju, dan sayuran segar juga bisa menjadi alternatif.
Kombinasi ini memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan energi, protein, dan vitamin.
Sementara itu, saat berbuka puasa, mulailah dengan makanan manis alami untuk mengembalikan kadar gula darah.
Baca Juga: Heboh Gaji ASN Naik 8 Persen dan Pensiunan Naik 12 Persen, Begini Fakta Sebenarnya
Kurma menjadi pilihan utama karena mengandung gula alami, serat, serta potasium.
Sup buah atau kolak pisang tanpa santan juga bisa menjadi opsi yang lebih ringan.
Setelah itu, lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang seperti nasi dalam porsi wajar, ikan bakar, serta sayuran.
Salad sayur dengan dressing ringan juga cocok untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin tanpa menambah kalori berlebih.
Dengan menerapkan menu diet saat puasa yang sehat dan terencana, berat badan dapat lebih terkontrol tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.
Ramadan pun menjadi momen bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk belajar mencintai tubuh melalui pilihan hidup yang lebih baik.***




