POJOKSATU.id - Bulan Ramadan akan tiba dalam hitungan hari. Umat muslim akan ditempa berbagai tantangan untuk berpuasa di tengah aktivitas rutin sehari-hari seperti belajar, bekerja.

Bagi sebagian orang, berpuasa dengan aktivitas padat dirasa sulit untuk berkonsentrasi. Bahkan ada yang merasa otaknya jadi lebih lambat dari biasanya.

Menurut dr Phaidon L. Toruan, seorang praktisi kesehatan yang diwawancarai oleh detikHealth, sulit berkonsentrasi saat puasa merupakan hal yang wajar.

Baca Juga: Perjalanan Panjang BINUS University: Berawal dari Kursus Komputer hingga Menjelma jadi Kampus Swasta Tersohor di Indonesia

Banyak orang mengira hal ini semata-mata disebabkan oleh rasa lapar karena seharian tidak makan.

Padahal, sejumlah penelitian justru menunjukkan manfaat puasa bagi kesehatan otak.

Dalam buku The Miracle of Fast yang terbit di Florida, Amerika Serikat, dijelaskan bahwa puasa dapat membuat pikiran lebih jernih dan bahkan meningkatkan kecerdasan.

Dokter spesialis gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, juga menyebutkan bahwa saat puasa, sel-sel tubuh menjadi lebih kuat, proses regenerasi sel berjalan optimal, dan fungsi tubuh bisa bekerja lebih baik.

Fenomena ini sebenarnya cukup masuk akal.

Baca Juga: Perubahan Bio Instagram Denada Jadi Sorotan, Kini Cantumkan Ibu dari Dua Anak

Saat tidak berpuasa, banyak orang merasa mengantuk setelah makan.

Kondisi yang dikenal sebagai food coma atau “kenyang jadi bego” ini terjadi karena adanya senyawa kimia bernama triptofan yang memicu rasa kantuk.

Meski demikian, tetap ada sebagian orang yang merasakan konsentrasi menurun saat puasa. Lalu, apa penyebabnya?

Salah satu penyebab utama adalah penurunan gula darah.

Kondisi ini sering terjadi akibat konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan, seperti nasi putih, roti, atau minuman manis.

Baca Juga: Apa Keistimewaan BYD ATTO 3 Advanced Plus yang Baru Rilis di IIMS 2026? Ada 5 Hal yang Bikin Bilang 'Worth It'

Memang benar karbohidrat dibutuhkan untuk energi, namun jika dikonsumsi berlebihan, lonjakan gula darah yang cepat akan diikuti penurunan yang drastis.

Akibatnya, tubuh terasa lemas dan otak sulit fokus.

Penyebab kedua adalah terlalu banyak mengonsumsi gorengan saat sahur.

Makanan yang digoreng menggunakan minyak dapat mengurangi pasokan oksigen ke otak hingga sekitar 20 persen.

Kondisi ini tentu berdampak pada kemampuan berpikir dan berkonsentrasi.

Penyebab ketiga adalah kurangnya asupan cairan saat sahur dan berbuka.

Baca Juga: Geger Rekaman CCTV Pria Gendong Mayat di Tambora, Ternyata Begini Faktanya!

Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk memengaruhi fungsi kognitif.

Oleh karena itu, penting memastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi selama Ramadan, meski jumlahnya tidak selalu harus sama pada setiap orang.

Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa sebenarnya tidak serta-merta membuat konsentrasi menurun.

Justru, kesalahan dalam memilih dan mengatur asupan makanan serta minumanlah yang sering menjadi pemicu utama.

Dengan sahur bergizi seimbang, mengurangi gorengan, membatasi gula berlebih, dan mencukupi kebutuhan cairan, puasa bisa tetap dijalani dengan tubuh segar dan pikiran jernih.

Baca Juga: Tabung Whip Pink Terekam di Vlog Pindahan Rumah, Eca Aura Klarifikasi dan Tepis Rumor Negatif yang Beredar

Pada akhirnya, Ramadan menjadi momen bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk belajar mengelola diri agar menjadi pribadi yang lebih disiplin dan berkualitas. ***