POJOKSATU.id - Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Indonesia naik 12 persen pada tahun 2025 menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Ada yang mendukung, tetapi ada pula yang skeptis.
Namun, jika ditelaah lebih dalam, langkah ini bisa menjadi awal kemajuan Indonesia, seperti yang telah dicapai oleh Finlandia, negara dengan sistem pajak tinggi namun berhasil menciptakan masyarakat yang paling bahagia di dunia.
Saat ini, PPN di Indonesia berada di angka 11%, dan rencana kenaikannya menjadi 12% telah diproyeksikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan negara.
Kenaikan ini akan memberikan pemerintah ruang fiskal lebih besar untuk membangun infrastruktur, meningkatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik.
Namun, kunci keberhasilan kebijakan ini terletak pada pengelolaan dana pajak secara transparan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
Sebab, tanpa kepercayaan, masyarakat cenderung merasa skeptis terhadap kenaikan pajak, bahkan mungkin menganggapnya sebagai beban tambahan.
Dalam video YouTube berdurasi 1 menit milik seorang konten kreator, Raymond Chin menjelaskan bagaimana Finlandia dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia.
Negara ini memiliki pajak tertinggi kedua di dunia, dengan tarif mencapai 56% untuk pajak penghasilan.
Meski begitu, warga Finlandia tetap merasa puas karena mereka melihat hasil nyata dari pajak yang mereka bayar.
Baca Juga: KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Api Februari 2025, Berikut Penjelasannya
Di Finlandia, pajak tinggi digunakan untuk:
1.Pendidikan gratis bagi semua warga.
2.Layanan kesehatan murah dan berkualitas tinggi.
3.Infrastruktur modern yang memudahkan kehidupan sehari-hari.
4.Keamanan dan stabilitas politik yang diakui secara internasional.
Karena itu, Finlandia berhasil dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia selama enam tahun berturut-turut, serta mendapatkan berbagai penghargaan, seperti negara paling aman (2017) dan paling stabil secara politik.
Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai keberhasilan serupa.
Dengan populasi yang besar, sumber daya alam melimpah, dan ekonomi yang terus berkembang, kenaikan PPN dapat menjadi katalisator perubahan positif, asalkan diiringi oleh:
1.Pengelolaan pajak yang transparan: Pemerintah harus memastikan dana pajak kembali kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas publik, layanan kesehatan, dan pendidikan.
2.Komunikasi yang efektif: Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pajak dan manfaat yang akan mereka dapatkan dapat meningkatkan dukungan publik.
3.Kebijakan yang konsisten: Keberhasilan Finlandia tidak terjadi dalam semalam. Pemerintah Indonesia perlu menetapkan visi jangka panjang yang melibatkan pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Kenaikan PPN memang bukan tanpa tantangan, tetapi langkah maju yang menunjukkan niat baik pemerintah untuk Indonesia.
Jika pemerintah berhasil menunjukkan bahwa dana pajak benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, kenaikan ini akan diterima dengan baik, bahkan bisa menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk menjadi negara maju yang sejahtera.
Seperti yang disampaikan Raymond, “Kebijakan ini harus disertai harapan ke depannya. Jika kita percaya bahwa uang pajak akan kembali untuk kemajuan negara, bukan tidak mungkin Indonesia bisa seperti Finlandia.”
Bagaimana menurut Anda? Apakah kenaikan PPN ini layak untuk didukung demi masa depan Indonesia yang lebih baik?
Mari kita optimis dan ikut mengawal kebijakan ini agar berjalan sesuai harapan!***



