POJOKSATU.id - Saint-Malo merupakan sebuah kota di Barat Laut Prancis, tepatnya di Ille-et-Vilaine, Brittany.
Saint-Malo dijadikan sebagai latar tempat dalam drama All The Light We Cannot See. Drama tersebut telah dirilis di Netflix pada 2 November 2023 lalu.
Nama Saint-Malo berasal dari Maclou atau Malo, seorang biarawan dari Wales yang tiba di Brittany pada abad ke-6. Kemungkinan, biarawan tersebut menjadi uskup pertama Aleth (Saint-Servan), seperti dilansir dari britannica.com.
Kota Saint-Malo dikelilingi oleh benteng besar. Benteng tersebut diperkirakan dibangun di antara abad ke-14 dan ke-17.
Saint-Malo dibangun ulang setelah Perang Dunia II, yaitu dari 1948-1960
Saint-Malo hancur setelah serangan Amerika Serikat kepada Jerman, pasukan yang menduduki kota itu pada Perang Dunia II.
Karena berlokasi strategis di tepi pantai, Saint Malo dijadikan sebuah pelabuhan. Banyak kapal yang memasuki atau meninggalkan Saint Malo untuk melakukan perdagangan.
Dilansir dari france-justforyou.com, Saint-Malo terkenal dengan pantai utamanya, yaitu Grant Plage atau Pantai Besar. Pantai tersebut membentang sepanjang dua mil sepanjang tepi kota.
Ada sebuah benteng, Fort National, yang berada beberapa ribu meter dari benteng utama Saint-Malo.
Fort National dibangun oleh Vauban, seorang arsitek militer, pada tahun 1689 untuk melindungi pelabuhan Saint-Malo.
Selain Grant Plage, terdapat juga pantai kecil yang dinamakan Plage du Mole. Walaupun kecil, pantai tersebut biasanya ramai saat musim liburan.
Tidak hanya pantai, Saint-Malo juga memiliki sebuah pulau kecil, Grand Be, yang di dalamnya terdapat sebuah makam dari seorang penulis dan politisi asal Saint Malo.
Di hadapan pulau tersebut, ada Petit Be, sebuah pulau dengan benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Louis XIV.
Ada juga sebuah katedral di Saint-Malo yang bernama Saint-Vincent. Katedral tersebut telah ada sejak sekitar abad ke-12 dan ke-17.
Katedral Saint-Vincent merupakan salah satu dari banyak bangunan di Saint-Malo yang diperbaiki setelah Perang Dunia II.***



