POJOKSATU.id - Baru-baru ini, sebuah tim peneliti internasional mengungkap keberadaan tujuh spesies baru dari serangga daun.
Dari penelitian tersebut, ditemukan spesies serangga daun yang benar-benar baru, yang takpernah diketahui sebelumnya.
Riset yang melibatkan para peneliti Universitas Göttingen, Jerman, itu bekerja sama dengan ahli serangga daun Royce Cumming, City University New York.
Baca Juga: Di India, Kerbau Ini Lebih Populer Dibanding Artis Bollywood, Begini Kata Pakar IPB University
Hasil penelitian spesies baru serangga daun ini dipublikasikan di jurnal ilmiah ZooKeys, seperti dikutip Universitas Göttingen (3/9/2023).
Serangga daun, yang juga dikenal sebagai daun berjalan, menjadi pemandangan menarik dalam keragaman alam.
Keunikan serangga daun tak hanya terletak pada penampilannya yang tidak biasa.
Hewan kecil ini juga dikenal dengan kemampuannya yang luar biasa untuk berbaur dengan lingkungan sekitar.
Serangga daun termasuk dalam ordo serangga batang dan daun.
Penampilan mereka sangat mirip bagian tanaman seperti ranting atau kulit kayu.
Dalam kasus serangga daun, tentu saja, menyerupai daun.
Baca Juga: Misteri Tragedi Kematian Ratusan Gajah Terpecahkan, Ilmuwan Temukan Bakteri Mematikan!
Kemiripan ini bukanlah suatu kebetulan. Hal itu merupakan hasil dari adaptasi evolusioner yang mengagumkan.
Melalui kemampuan kamuflasenya yang canggih, serangga daun mampu menyembunyikan diri dari predator dengan meniru objek di sekitarnya.
Kemampuan kamuflase serangga daun, juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti. Analisis genetik memungkinkan peneliti menemukan “spesies samar”, yang tidak dapat dibedakan dari penampilan luarnya saja.
Sebagai contoh, sebelumnya beberapa individu serangga yang ada di India dimasukkan ke dalam spesies yang tersebar luas di Asia Tenggara.
Namun, kini peneliti menemukan bahwa mereka adalah spesies serangga daun yang benar-benar baru.
Baca Juga: Perusahaan Fintech Revolut Ubah Cara Kerja Ilmuwan Data, Lebih Banyak Model, Lebih Sedikit Kode!
Temuan para peneliti ini tidak hanya penting untuk studi sistematis serangga daun, tetapi juga perlindungan keanekaragamannya.
"Temuan ini penting untuk konservasi spesies. Jika semua individu mati di India, bukan hanya kelompok dalam suatu spesies yang berkurang, seperti yang diperkirakan sebelumnya,” ungkap Dr Sarah Bank-Aubin, ketua tim peneliti.
Ditemukannya spesies-spesies baru ini berasal dari wilayah Vietnam, Kalimantan dan Jawa Indonesia, serta Filipina.
Melalui proyek penelitian ini, para peneliti berhasil mengidentifikasi lebih dari dua puluh spesies baru.***



