POJOKSATU.id — Perut terasa sakit saat lari menjadi keluhan yang cukup sering dialami, baik oleh pelari pemula maupun yang sudah terbiasa berolahraga.
Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba dan cukup mengganggu ritme lari jika tidak ditangani dengan tepat.
Salah satu penyebab paling umum adalah kram perut samping atau side stitch.
Baca Juga: Buruh Sambut Rencana Pembatasan Outsourcing dan Pembentukan Satgas PHK
Nyeri ini biasanya terasa tajam di bagian kanan atau kiri bawah tulang rusuk.
Kondisi tersebut sering terjadi akibat pola napas yang tidak teratur atau tubuh yang belum siap karena kurang pemanasan.
Selain itu, makan terlalu dekat dengan waktu lari juga dapat memicu sakit perut.
Baca Juga: KRL Bekasi Timur Dihentikan Sementara, Transjakarta Turun Tangan Sediakan Shuttle
Saat tubuh masih fokus mencerna makanan, aktivitas lari yang mengguncang organ dalam bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, bahkan mual.
Faktor lain yang turut berpengaruh adalah dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.
Kekurangan cairan dapat membuat otot, termasuk di area perut, lebih mudah mengalami kram saat digunakan secara intens.
Baca Juga: Kota Bandung Kunci Arah 20 Tahun ke Depan, Perda Kependudukan Siap Disahkan
Lalu, apakah harus tetap lanjut berlari atau berhenti?
Jika rasa sakit masih tergolong ringan, pelari masih bisa melanjutkan aktivitas dengan menurunkan kecepatan.
Mengatur napas menjadi lebih dalam dan stabil juga dapat membantu meredakan nyeri secara perlahan.
Namun, jika rasa sakit semakin tajam, terasa menusuk, atau disertai gejala lain seperti pusing dan mual, sebaiknya segera berhenti.
Baca Juga: DPRD Jabar Soroti IKM Kota Tasikmalaya: Serap Tenaga Kerja, Butuh Dukungan Serius Pemerintah
Istirahat sejenak diperlukan agar kondisi tubuh kembali stabil dan terhindar dari risiko yang lebih serius.
Untuk mengatasi nyeri saat lari, pelari disarankan memperlambat langkah atau berjalan sejenak.
Tarik napas dalam melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut. Menekan ringan area yang sakit juga dapat membantu meredakan ketegangan otot.
Agar kejadian serupa tidak terulang, penting untuk memperhatikan waktu makan sebelum lari, idealnya 1,5 hingga 3 jam sebelumnya.
Baca Juga: Sinopsis Film “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?”: Kisah Pilu Keluarga yang Diam-Diam Rapuh
Selain itu, lakukan pemanasan minimal 5–10 menit dan mulai dengan kecepatan ringan sebelum meningkatkan intensitas.
Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, aktivitas lari bisa tetap dilakukan dengan nyaman dan aman tanpa gangguan nyeri perut.***




