POJOKSATU.id — Bunyi perut yang kerap terdengar seperti “keroncongan” sering kali langsung diasosiasikan dengan rasa lapar.
Padahal, kondisi ini tidak selalu menjadi tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan asupan makanan.
Dalam istilah medis, fenomena tersebut dikenal sebagai Borborygmi, yakni suara yang muncul akibat pergerakan gas dan cairan di dalam saluran pencernaan.
Aktivitas ini merupakan bagian alami dari sistem kerja tubuh yang terus berlangsung, baik saat lapar maupun tidak.
Salah satu penyebab utama perut tetap berbunyi adalah karena sistem pencernaan memiliki mekanisme otomatis yang disebut Migrating Motor Complex.
Proses ini berlangsung secara berkala, sekitar setiap 90 hingga 120 menit, bahkan ketika perut dalam kondisi kosong.
Baca Juga: Mengenang Raja Inal Siregar, Menghidupkan Semangat Martabe, IAS Madina Gelar Halal Bihalal
Fungsinya adalah membersihkan sisa-sisa makanan sekaligus mendorong gas yang ada di dalam usus.
Ketika gerakan ini terjadi, perpaduan antara udara dan cairan di dalam saluran cerna akan menghasilkan suara yang bisa terdengar dari luar.
Selain itu, keberadaan gas di dalam sistem pencernaan juga menjadi faktor penting.
Baca Juga: Sambut Hari Kartini, Warga Bekasi Timur Ikuti Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Gas bisa terbentuk dari udara yang tidak sengaja tertelan saat makan atau minum, maupun dari proses fermentasi oleh bakteri di dalam usus.
Saat gas tersebut bergerak dan bercampur dengan cairan pencernaan, suara pun tak terhindarkan, meski tubuh sebenarnya tidak sedang lapar.
Di sisi lain, bunyi perut juga bisa muncul karena proses pencernaan yang masih berlangsung.
Baca Juga: Diisukan Miliki 750 Dapur MBG, Uya Kuya Minta Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Hoaks
Meskipun rasa lapar tidak dirasakan, tubuh tetap bekerja memecah makanan yang sebelumnya dikonsumsi.
Aktivitas lambung dan usus dalam mengolah makanan ini menciptakan pergerakan internal yang dapat memicu bunyi.
Faktor makanan dan minuman turut berperan.
Baca Juga: MBG Tercoreng Lagi, Puluhan Santri di Demak Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan Massal
Konsumsi jenis makanan tertentu seperti kacang-kacangan, minuman bersoda, atau makanan tinggi serat dapat meningkatkan produksi gas di dalam perut.
Akibatnya, aktivitas di saluran pencernaan menjadi lebih intens dan bunyi perut pun lebih sering terjadi.
Tak hanya itu, kondisi emosional seperti stres dan kecemasan juga bisa memengaruhi kerja usus.
Baca Juga: Bukan Cuma Toilet, Ini Penyebab Got Kotor dan Bau Meski Sudah Pakai Septic Tank
Sistem saraf pencernaan yang terhubung langsung dengan otak membuat perubahan emosi berdampak pada aktivitas usus.
Saat stres meningkat, gerakan usus bisa menjadi lebih aktif dan memicu bunyi yang lebih sering.
Dalam beberapa kondisi, bunyi perut yang berlebihan juga dapat menjadi indikasi adanya gangguan pencernaan, seperti Irritable Bowel Syndrome.
Baca Juga: Jadwal Haji 2026 Resmi Dirilis, Catat Tanggal Keberangkatan hingga Wukuf di Arafah
Gangguan ini umumnya disertai keluhan lain seperti perut kembung, nyeri, hingga perubahan pola buang air besar.
Meski demikian, bunyi perut pada dasarnya merupakan hal yang normal.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan jika kondisi ini muncul bersamaan dengan gejala lain seperti nyeri perut hebat, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, diare atau sembelit berkepanjangan, serta perubahan signifikan pada sistem pencernaan.
Jika hal-hal tersebut terjadi, pemeriksaan ke tenaga medis menjadi langkah yang sebaiknya segera dilakukan.***




