POJOKSATU.id, PERNAHKAH Anda mendengar atau bahkan mencoba camilan bernama ampo? Jajanan khas Tuban, Jawa Timur, ini sangat unik karena dibuat dari bahan yang tak biasa yaitu tanah liat.
Bagi masyarakat Tuban, ampo bukan sekadar camilan ekstrem, melainkan juga bagian dari sejarah, budaya, dan tradisi lokal yang telah bertahan selama ratusan tahun.
Proses pembuatannya pun tidak sembarangan. Tanah liat yang dipilih harus benar-benar bersih dan bebas dari pasir maupun kerikil.
Baca Juga: Guru PAI Lulus PPG Daljab 2025 Berhak Tunjangan Profesi Mulai 2026, Segini Besarannya
Setelah dicampur dengan air hingga menjadi adonan kalis, tanah ini kemudian diserut tipis dengan alat tradisional bambu, lalu diasap menggunakan tungku kayu hingga kering, renyah, dan aman dikonsumsi.
Sejarah dan Asal Usul
Ampo diperkirakan sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Kala itu, masyarakat mengalami kesulitan pangan sehingga menjadikan tanah liat sebagai pengganti makanan untuk bertahan hidup.
Meski awalnya lahir dari keterpaksaan, ampo lambat laun menjadi bagian dari kebiasaan dan tradisi masyarakat Tuban.
Sampai sekarang, sebagian warga masih mempertahankan camilan ini sebagai simbol kearifan lokal.
Rasa dan Tekstur
Bagi yang baru pertama kali mencoba, rasa ampo mungkin terasa mengejutkan. Teksturnya renyah seperti keripik, dengan rasa gurih samar, sedikit pahit, dan aroma khas tanah panggang.
Banyak orang menggambarkannya seperti bau kendi baru atau rasa kacang bakar. Justru keunikan inilah yang membuat ampo sering dicari wisatawan yang ingin merasakan pengalaman kuliner berbeda.
Khasiat yang Diyakini
Sejak dulu, masyarakat percaya bahwa ampo memiliki khasiat bagi kesehatan. Ibu hamil kerap mengonsumsinya karena dianggap dapat memperkuat janin, meredakan mual, dan menenangkan perut.
Kandungan mineral dalam tanah liat, seperti kalsium, zat besi, dan magnesium, dipercaya mampu membantu mengatasi masalah pencernaan atau menambah energi.
Baca Juga: Setya Novanto Bebas Bersyarat, Begini Penjelasan Kakanwil Ditjenpas Jabar
Meski demikian, klaim ini masih sebatas kepercayaan masyarakat dan belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah.
Risiko Kesehatan
Di balik keunikan dan manfaat yang diyakini, ada risiko yang perlu diperhatikan. Jika tanah liat yang digunakan tidak benar-benar bersih atau proses pemanggangan kurang sempurna, ampo bisa mengandung parasit, bakteri, maupun logam berat yang berbahaya.
Konsumsi berlebihan juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti kerusakan gigi dan masalah pencernaan. Karena itu, ampo sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Pelestarian Warisan
Saat ini, ampo semakin jarang dijumpai karena generasi muda kurang tertarik untuk mempelajari cara pembuatannya.
Baca Juga: Aktivis Surati Sekda soal Ijazah Dirut PTMP Kota Bekasi
Padahal, prosesnya memerlukan keterampilan khusus yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Meski begitu, beberapa masyarakat Tuban masih setia membuat dan menjual ampo, baik di pasar tradisional maupun secara daring.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Bahkan, ada upaya untuk menjadikan ampo sebagai warisan budaya, sehingga eksistensinya tetap terjaga dan dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. ***




