POJOKSATU.id — Penderita diabetes tidak harus menghindari roti sepenuhnya.
Roti tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari selama jenis yang dipilih memiliki indeks glikemik (IG) rendah, kaya serat, dan tidak mengandung banyak gula tambahan.
Karakteristik tersebut membantu memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga kadar gula darah tidak melonjak terlalu cepat setelah makan.
Salah satu pilihan yang paling sering direkomendasikan adalah roti gandum utuh atau whole wheat bread.
Baca Juga: CEK DISINI! 18 Bidang Studi Umum yang Dibuka pada Seleksi PPG Calon Guru 2026!
Roti ini dibuat dari biji gandum yang masih utuh sehingga kandungan seratnya lebih tinggi dibandingkan roti putih.
Serat berperan dalam memperlambat proses pencernaan, membantu menjaga kestabilan gula darah, sekaligus memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Selain itu, roti biji-bijian utuh atau *whole grain bread* juga dapat menjadi alternatif yang baik.
Jenis roti ini umumnya mengandung berbagai biji-bijian seperti oat, barley, millet, hingga biji rami yang kaya serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat.
Baca Juga: Advokat Khozinudin Marah Besar, Emas 74 Kg di Rumah Febrie Dikaitkan dengan Dakwah Islam
Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu mendukung pengelolaan kadar gula darah secara lebih optimal.
Pilihan lainnya adalah roti sourdough yang dibuat melalui proses fermentasi alami.
Proses fermentasi ini diketahui dapat memengaruhi cara tubuh mencerna karbohidrat sehingga respons gula darah setelah mengonsumsinya cenderung lebih rendah dibandingkan roti putih biasa, terutama jika dibuat menggunakan tepung gandum utuh.
Roti rye atau roti gandum hitam juga kerap direkomendasikan bagi penderita diabetes.
Kandungan serat larut yang cukup tinggi pada rye membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa roti rye dapat menghasilkan peningkatan gula darah yang lebih rendah dibandingkan roti putih.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Promo Tambah Daya PLN Juli 2026, Diskon 50 Persen hingga Daya 7.700 VA
Sementara itu, roti sprouted grain atau roti dari biji-bijian yang telah berkecambah juga layak dipertimbangkan.
Proses perkecambahan dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi serta mengurangi sebagian kandungan pati sehingga roti jenis ini dinilai lebih ramah terhadap pengendalian kadar gula darah.
Di sisi lain, ada beberapa jenis roti yang sebaiknya dibatasi konsumsinya.
Roti putih, roti manis dengan tambahan gula, roti isi cokelat atau krim, donat, pastry, hingga roti berbahan tepung terigu olahan tanpa tambahan serat cenderung lebih cepat meningkatkan kadar gula darah karena kandungan karbohidrat sederhana dan gulanya yang tinggi.
Baca Juga: 13 Cara Agar Live Jualan di TikTok Rame, Penonton Makin Banyak dan Peluang Closing Naik
Saat membeli roti, penderita diabetes disarankan untuk memperhatikan label nutrisi.
Pilih produk yang mencantumkan 100 persen whole wheat atau whole grain sebagai bahan utama, memiliki kandungan serat setidaknya sekitar tiga gram per lembar, serta mengandung gula tambahan seminimal mungkin. Porsi makan juga perlu diperhatikan agar asupan karbohidrat tetap terkontrol.
Agar gula darah lebih stabil, roti sebaiknya dikonsumsi bersama sumber protein seperti telur rebus, ayam tanpa kulit, tuna, tempe, atau selai kacang tanpa tambahan gula.
Kombinasi ini dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Secara umum, penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi roti setiap hari selama jenis yang dipilih tepat, porsinya sesuai kebutuhan, dan menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan ginjal atau sedang menjalani terapi insulin, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap diperlukan agar pola makan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.***




