POJOKSATU.id - Penderita darah tinggi sering kali memilih menghindari daging kambing karena dipercaya bisa memicu kenaikan tekanan darah.
Anggapan tersebut sudah lama berkembang di masyarakat hingga membuat banyak penderita hipertensi takut menikmati berbagai olahan kambing.
Padahal, Ahli Gizi dari Universitas Diponegoro, Fahmy Arif Tsani menegaskan bahwa penderita hipertensi sebenarnya tetap boleh mengonsumsi daging kambing.
Menurutnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis makanannya, tetapi juga cara pengolahan serta bagian daging yang dikonsumsi.
1. Hindari Bumbu Berlebihan dan Santan
Fahmy mengingatkan agar olahan kambing tidak dimasak menggunakan terlalu banyak penyedap, garam, santan, maupun gula berlebih karena bisa meningkatkan risiko hipertensi.
“Mengonsumsi daging kambing, ambillah bagian yang betul-betul daging dan pengolahannya yang bijak. Tidak berlebihan dalam natrium, santan, gula baik murni maupun kecap,” ujar Fahmy.
Baca Juga: Putri Ahmad Bahar Diduga Diintimidasi, Heru Subagia : Tidak Ada Kata Mundur Lawan Premanisme
Menurutnya, penggunaan santan berlebihan pada gulai atau tongseng justru lebih berisiko karena menambah kandungan lemak dalam makanan.
2. Pilih Bagian Daging, Hindari Jeroan dan Otak
Fahmy menjelaskan bahwa daging kambing sebenarnya kaya protein dan relatif lebih rendah lemak dibanding beberapa bagian lainnya.
Namun, masyarakat perlu berhati-hati memilih bagian yang dikonsumsi.
Ia menyarankan untuk menghindari otak, kulit, dan jeroan karena kandungan kolesterolnya jauh lebih tinggi.
“Otak itu tinggi sekali kolesterolnya dan dagingnya minim sekali, lebih banyak kulit.
Saya sarankan ketika mengkonsumsi kambing bagian kepala itu tidak banyak. Termasuk juga jeroan yang lain entah itu di saluran pencernaan atau hati,” ungkapnya.
Selain itu, kombinasi jeroan dan santan dianggap bisa memperbesar risiko gangguan kesehatan bagi penderita hipertensi.
“Sudah tinggi kolesterol ditambah lemak dari santan jadi, ‘lengkap’ sudah itu, ya. Dan tidak disarankan,” tambah magister lulusan Gangneung-Wonju National University tersebut.
3. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Selain memperhatikan pengolahan dan bagian kambing yang dikonsumsi, Fahmy juga menyarankan agar penderita hipertensi menyeimbangkan asupan dengan buah dan sayur.
Menurutnya, serat dari buah dan sayur penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil karena olahan kambing cenderung rendah serat.
“Buah sayur menjadi penyeimbang dari rendahnya serat yang ada di olahan kambing.
Baca Juga: Sekda Sudirman Tekankan Perjuangan Intelektual dan Transformasi Digital pada Harkitnas 2026
Padahal, hipertensi itu pemenuhan seratnya harus cukup. Sehingga penyeimbangnya dengan konsumsi buah atau sayur,” pungkasnya.
Di balik stigma yang selama ini melekat pada daging kambing, ternyata kunci utamanya bukan sekadar menghindari, melainkan memahami cara konsumsi yang tepat.
Dengan pengolahan yang bijak dan pola makan seimbang, menikmati hidangan kambing sesekali tetap bisa menjadi momen hangat tanpa rasa khawatir berlebihan. ***




