POJOKSATU.id — Memulai kebiasaan olahraga sering kali terasa membingungkan bagi pemula.

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah lebih baik mulai dari lari atau langsung ke gym.

Keduanya sama-sama menyehatkan, tetapi memiliki manfaat dan tujuan yang berbeda.

Baca Juga: Perbedaan Rock Klasik dan Rock Modern, Dari Sound Analog Legendaris hingga Produksi Digital Masa Kini

Lari dikenal sebagai olahraga paling sederhana dan mudah dilakukan.

Tanpa perlu peralatan khusus, seseorang sudah bisa mulai berolahraga hanya dengan sepatu yang nyaman dan area terbuka.

Aktivitas ini efektif membakar kalori, meningkatkan stamina, serta menjaga kesehatan jantung dan paru-paru.

Baca Juga: Ukhuwah Batak Muslim Gelar Silaturahmi dan Pengajian Sambut Ramadhan

Oleh karena itu, lari kerap menjadi pilihan utama bagi pemula yang ingin menurunkan berat badan dengan cara praktis.

Namun, lari juga memiliki keterbatasan. Jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat atau tanpa pemanasan, risiko nyeri lutut dan cedera bisa meningkat.

Selain itu, lari tidak terlalu fokus pada pembentukan massa otot sehingga perubahan bentuk tubuh biasanya tidak terlalu terlihat dalam waktu singkat.

Baca Juga: Benarkah Mi Instan Sulit Dicerna Tubuh? Ini Fakta dan Batas Aman Konsumsinya

Di sisi lain, gym menawarkan latihan yang lebih beragam dan terarah.

Pemula dapat melatih kekuatan otot menggunakan alat beban, meningkatkan postur tubuh, sekaligus memperbaiki komposisi lemak dan massa otot.

Latihan kekuatan juga membantu metabolisme tubuh tetap aktif lebih lama, bahkan setelah sesi olahraga selesai.

Meski begitu, gym membutuhkan biaya keanggotaan serta pemahaman teknik dasar agar latihan tetap aman.

Baca Juga: Nenek 83 Tahun Raih Juara di Pasanggiri Angklung AHM, Kalahkan 1.700 Peserta

Tanpa panduan yang benar, penggunaan alat justru berisiko menimbulkan cedera.

Oleh karena itu, pendampingan instruktur atau personal trainer sering disarankan bagi pemula.

Jika dilihat dari tujuan, pilihan terbaik sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing.

Baca Juga: Awal Puasa 2026 Dimulai 18 Februari, Siswa SD–SMA Dapat Libur Panjang hingga Lebaran

Lari lebih cocok bagi mereka yang ingin olahraga sederhana dengan fokus pada pembakaran kalori dan peningkatan stamina.

Sementara gym lebih tepat untuk pemula yang ingin membentuk otot, meningkatkan kekuatan, dan memperbaiki bentuk tubuh secara menyeluruh.

Meski berbeda, keduanya tidak harus dipilih salah satu. Kombinasi lari sebagai latihan kardio dan gym sebagai latihan kekuatan justru memberikan hasil kebugaran yang lebih seimbang.

Baca Juga: Dana Negara Sudah Turun, Order Tak Kunjung Datang: Purbaya Semprot KKP di Depan Pengusaha Kapal

Pemula bisa memulai secara bertahap, misalnya lari ringan beberapa kali dalam seminggu lalu menambahkan latihan beban dengan intensitas rendah.

Dengan pendekatan yang konsisten dan sesuai kemampuan tubuh, kebiasaan olahraga akan terasa lebih ringan untuk dijalani.

Kunci utamanya bukan pada memilih lari atau gym, melainkan menjaga rutinitas agar tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.***