POJOKSATU.id, DI TENGAH ancaman resesi ekonomi dan pesatnya perkembangan otomatisasi, sejumlah profesi terbukti tetap dibutuhkan dan relatif aman dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Beberapa pekerjaan di bidang ini dianggap tahan krisis karena menyangkut kebutuhan dasar manusia maupun keberlangsungan sistem yang semakin kompleks di era digital.

Pertama, sektor kesehatan dan perawatan. Permintaan tenaga medis justru cenderung meningkat di masa sulit.

Baca Juga: Kemensos Pastikan Bantu Warga Terdampak Kerusuhan, Termasuk Pemilik Warung Rusak

Profesi seperti perawat bersertifikat, tenaga kesehatan rumah, teknisi farmasi, paramedis, dokter asisten hingga pekerja logistik kesehatan menjadi tulang punggung layanan publik.

Bahkan, terapis okupasi tercatat memiliki risiko digantikan kecerdasan buatan (AI) sangat kecil, yakni di bawah 0,4 persen dengan proyeksi pertumbuhan lapangan kerja mencapai 11 persen hingga 2033.

Hal ini membuktikan bahwa kesehatan tetap menjadi kebutuhan dasar yang tak tergantikan.

Kedua, bidang keuangan, akuntansi, dan pajak. Di tengah ketidakpastian ekonomi, pengelolaan keuangan yang akurat semakin dibutuhkan.

Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Manajemen ASN September 2025, Simak Jadwal dan Daftar Penilaian

Profesi seperti akuntan, analis keuangan, penasihat finansial, serta tenaga pajak berperan besar dalam menjaga stabilitas perusahaan dan individu agar tetap patuh pada regulasi.

Ketiga, hukum dan penegakan. Peran advokat, jaksa, hingga konsultan hukum tetap krusial karena layanan di bidang pidana, kebangkrutan, maupun hukum kesehatan tidak bisa digantikan mesin.

Kompleksitas interpretasi hukum dan kebutuhan pendampingan menjadikan profesi ini tetap relevan dalam berbagai kondisi.

Baca Juga: Wartawan Media Online Ditemukan Tewas Dibunuh, Polisi Temukan Sejumlah Luka

Keempat, sektor pendidikan. Guru dan tenaga pendidik selalu dibutuhkan untuk memastikan keberlangsungan pembelajaran generasi berikutnya.

Mulai dari pendidikan dasar hingga tinggi, keberadaan pendidik tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi.

Bahkan, dalam ekonomi perawatan yang berkembang, peran guru semakin vital untuk menanamkan nilai dan keterampilan hidup.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Perpustakaan Paling Estetik di Indonesia, Cocok untuk Healing Plus Menambah Ilmu

Kelima, teknologi, IT, dan digital. Justru di tengah gempuran otomatisasi, profesi di bidang ini semakin dibutuhkan.

Developer software, analis TI, arsitek AI, hingga spesialis big data menjadi motor penggerak transformasi digital global.

Permintaan akan tenaga ahli ini terus meningkat seiring perusahaan beradaptasi dengan sistem berbasis teknologi cerdas.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Keseluruhan profesi tersebut membuktikan bahwa meski dunia kerja terus berubah, ada bidang-bidang yang tetap kokoh di tengah krisis.

Kuncinya ada pada kebutuhan manusia yang tidak bisa ditunda dan keterampilan yang belum sepenuhnya tergantikan oleh teknologi. ***