POJOKSATU.id - Parfum telah menjadi bagian penting dari sejarah manusia selama ribuan tahun.

Dari penggunaan awalnya sebagai persembahan kepada dewa-dewi dalam upacara keagamaan di Mesir kuno.

Hingga menjadi unsur kecantikan dan status di berbagai budaya, parfum memiliki perjalanan yang menarik.

Perkembangan teknologi dan industri kimia di abad ke-20 memungkinkan produksi parfum dalam skala besar.

Munculnya parfum unisex dan parfum bertema tertentu juga menjadi tren baru.

Baca Juga: 10 Parfum Pria Kalem Tahan Lama Bisa Isi Ulang Ada yang cuma Rp15 Ribu

Saat ini, parfum menjadi bagian penting dari industri kosmetik global, dengan berbagai aroma dan merek yang memenuhi selera konsumen di seluruh dunia.

Dari kondisi lingkungan yang memprihatinkan dan tingkat polusi udara yang mengkhawatirkan, muncul inovasi menarik dari Greenpeace Indonesia.

Sebuah parfum unik yang membawa wangi khas dari pencemaran lingkungan dan udara yang tercemar.

Sebagaimana yang diambil dari postingan akun Instagram @promkes.talk pada Minggu (27/8/2023), Greenpeace telah mengumumkan langkah inovatif dengan merilis Parfum Our Earth.

Baca Juga: Bermerk tapi Murah Under Cepek, 12 Parfum Pria Kalem Tahan Lama di e-Commerce

Langkah ini diambil dengan tujuan mendidik masyarakat mengenai ancaman serius dari pencemaran lingkungan dan polusi udara.

Saat ini, di berbagai penjuru dunia, kita sudah menghadapi tahap kritis dalam menghadapi masalah ini.

Dedi Mahpud (60 tahun), seorang ahli kimia yang juga pencipta parfum ini, yang juga merupakan seorang guru kimia berpengalaman dari Bogor.

Berbagi harapannya bahwa melalui parfum ini, masyarakat akan semakin sadar akan risiko serius yang ditimbulkan oleh polusi udara.

Baca Juga: Miris Banget! Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk Keempat di Dunia! Kok Bisa?

Parfum Our Earth ini sepenuhnya terbuat dari bahan-bahan alami dan dalam seluruh tahap pembuatannya, tidak ada tindakan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Parfum ini memiliki tiga varian yang menarik, yaitu The Peril Soil, The Smoky Air, dan The Smelly River.

Ketiga varian tersebut terinspirasi dari aroma polusi tanah, polusi udara, dan polusi air.

Parfum ini diproduksi dalam jumlah terbatas, tidak dijual, dan digunakan semata-mata sebagai alat edukasi serta pengingat bagi masyarakat, untuk mendorong kesadaran kolektif terhadap lingkungan.***