POJOKSATU.id - Umat Islam di Indonesia segera menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah secara serempak. 

Menjelang momen tersebut, umat Muslim bersiap memasuki masa yang sering disebut sebagai panen raya pahala, yakni 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah.

Momentum ini dikenal memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam. 

Karena itu, banyak umat Muslim mulai memperbanyak ibadah, puasa sunnah, zikir, hingga membaca Al-Qur’an agar tidak melewatkan kesempatan emas tersebut.

Baca Juga: UIN Walisongo Buka Beasiswa S2 dan S3 Gratis untuk Hafiz 30 Juz, Daftar di Sini!

Jadwal Puasa  Dzulhijjah 2026

Berdasarkan kalender Ummul Qura Arab Saudi, Hari Raya Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama juga menetapkan Iduladha pada tanggal yang sama.

Jika dihitung mundur, maka 1  Dzulhijjah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Mulai tanggal tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah selama sembilan hari pertama  Dzulhijjah.

Baca Juga: Saat Rupiah Melemah, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Strategi Keuangan yang Perlu Dicoba

Berikut perkiraan jadwal puasa sunnah Zulhijah 2026:

  • Puasa  Dzulhijjah 1–7: 18–24 Mei 2026

  • Puasa Tarwiyah (8  Dzulhijjah): Senin, 25 Mei 2026

  • Puasa Arafah (9  Dzulhijjah): Selasa, 26 Mei 2026

  • Iduladha 1447 H: Rabu, 27 Mei 2026

Baca Juga: Cara Menonton Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Lengkap dengan Sinopsis dan Aturan Nobar

Hadis Keutamaan 10 Hari Pertama  Dzulhijjah

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari, suatu amal saleh lebih dicintai Allah dibanding amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Dalam hadis tersebut, para sahabat bahkan bertanya apakah amal di hari-hari itu lebih utama dibanding jihad di jalan Allah.

Rasulullah SAW menjawab bahwa amal di 10 hari pertama  Dzulhijjah tetap sangat utama, kecuali jihad seseorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya lalu gugur syahid.

Riwayat lain dari Ad-Darimi juga menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama  Dzulhijjah atau ‘Asyrul Adha.

Baca Juga: Beasiswa Degree by Research BRIN untuk S2 dan S3, Cek Pembekalan Materi Ini

Puasa dan Ibadah Jadi Ladang Amal

Para ulama menafsirkan ayat:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar dan malam yang sepuluh.” (QS Al-Fajr: 1–2)

Ayat tersebut dipahami sebagai isyarat keutamaan malam-malam pertama Zulhijah.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak ibadah pada siang dan malam hari selama awal  Dzulhijjah.

Baca Juga: Satgas TMMD Kodim 0623 Cilegon dan Warga Mekarsari Pererat Kebersamaan Lewat Olahraga Voli

Amalan yang dianjurkan antara lain:

  • Puasa sunnah

  • Salat malam atau tahajud

  • Memperbanyak zikir

  • Membaca Al-Qur’an

  • Bersedekah

  • Memperbanyak doa

Puasa selama sembilan hari pertama  Dzulhijjah bahkan disebut sebagai bentuk ibadah penuh sepanjang hari yang memiliki keutamaan besar.

Baca Juga: Kuliah Gratis hingga Lulus! Ini Daftar Beasiswa Telkom University 2026/2027 dan Syaratnya

Keutamaan Hari Tasyrik

Selain 10 hari pertama  Dzulhijjah, terdapat pula hari-hari Tasyrik pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan:

“Tidak ada amal pada suatu hari yang lebih utama dari amal pada hari-hari tasyrik ini.”

Hari Tasyrik menjadi momen umat Islam memperbanyak syukur dan menikmati hidangan kurban bersama keluarga serta masyarakat.

Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan bentuk ibadah lainnya sesuai syariat.

Baca Juga: Ketika di China, Trump Minta Taiwan Jangan Deklarasikan Kemerdekaan Secara Resmi

Puasa Tarwiyah dan Arafah

Di antara amalan paling populer menjelang Idul Adha adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan besar karena diyakini dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang sebagaimana hadis riwayat Muslim.

Sementara Puasa Tarwiyah juga dikenal sebagai salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada 8  Dzulhijjah.

Bulan  Dzulhijjah menjadi pengingat bahwa dalam Islam ada waktu-waktu istimewa yang penuh keberkahan. 

Di tengah rutinitas dan kesibukan sehari-hari, 10 hari pertama  Dzulhijjah seolah menjadi kesempatan untuk kembali memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. ***