POJOKSATU.id - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah disambut meriah oleh seluruh umat Islam di dunia. Berbagai ibadah dipersiapkan dengan baik, salah satunya salat Tarawih.
Meski suasana masjid dipenuhi jamaah salat Tarawih, ibadah ini juga bisa dilaksanakan berjamaah bersama keluarga di rumah.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, pilihan ini justru menjadi cara indah untuk mempererat kebersamaan sekaligus meraih keutamaan ibadah malam.
Baca Juga: OPSI 2026 SMA Sederajat, Ini Bidang Lomba, Syarat Khusus hingga Mekanisme Penilaian
Hukum dan Keutamaan Salat Tarawih
Salat Tarawih merupakan ibadah sunah muakkadah, yakni sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Ibadah ini dilakukan khusus pada malam hari selama bulan Ramadan, dimulai setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.
Para ulama sepakat mengenai kesunahannya. Bahkan sebagian menyebut Tarawih sebagai salah satu syiar Islam yang paling tampak di bulan Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Keutamaan ini tentu menjadi motivasi besar bagi keluarga Muslim untuk menghidupkan malam Ramadan bersama, saling mengingatkan, dan saling menguatkan dalam ibadah.
Baca Juga: Bantuan Diaspora Aceh dari Malaysia Masih Tertahan, Tito Ungkap Kendalanya di Bea Cukai
Mengapa Berjamaah Bersama Keluarga?
Salat Tarawih berjamaah di rumah bukan sekadar alternatif. Ia bisa menjadi sarana pendidikan iman bagi anak-anak, melatih kepemimpinan bagi ayah sebagai imam, serta menumbuhkan kekompakan keluarga.
Anak-anak belajar mengikuti gerakan salat, mendengar bacaan Al-Qur’an, dan merasakan suasana khusyuk sejak dini. Ibu dan anggota keluarga lainnya pun bisa lebih nyaman beribadah tanpa harus terburu-buru.
Kebersamaan seperti ini sering kali meninggalkan kesan mendalam yang justru dirindukan ketika Ramadan berlalu.
Baca Juga: Ini Ketentuan OPSI 2026 SMP/MTs Sederajat, Ajang Riset Pelajar Muda Menuju Indonesia Berprestasi
Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Soal jumlah rakaat, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama dan perbedaan ini adalah rahmat.
Dalam riwayat disebutkan Rasulullah SAW tidak pernah salat malam lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan, terdiri dari empat rakaat, empat rakaat, dan ditutup tiga rakaat Witir.
Namun praktik di tengah umat Islam beragam. Ada yang melaksanakan 8 rakaat Tarawih lalu ditutup Witir 3 rakaat. Ada pula yang 20 rakaat Tarawih kemudian Witir 3 rakaat. Keduanya sah dan diperbolehkan.
Di rumah, keluarga dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi, selama tetap menjaga kekhusyukan.
Baca Juga: OPSI 2026 Resmi Dibuka! Catat Jadwal Lengkap, Bidang Lomba SMP–SMA, hingga Link Pendaftaran
Niat Salat Tarawih
Niat dibaca dalam hati saat takbiratul ihram dan disesuaikan dengan posisi dalam jamaah.
Niat sebagai Imam (2 rakaat):
Ushalli sunnatat tarawihi rak’atayni mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Niat sebagai Makmum (2 rakaat):
Ushalli sunnatat tarawihi rak’atayni mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Jika dikerjakan sendiri (munfarid):
Ushalli sunnatat tarawihi rak’atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: BGN Sebut Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk Dapur MBG Dinilai Lebih Hemat, Dibanding Bangun Sendiri
Tata Cara Salat Tarawih Berjamaah di Rumah
Pelaksanaan Tarawih berjamaah bersama keluarga pada dasarnya sama seperti salat sunah lainnya.
Berikut urutannya:
-
Membaca niat dalam hati saat takbiratul ihram.
-
Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan.
-
Membaca doa iftitah.
-
Membaca surat Al-Fatihah.
-
Membaca surat pendek atau ayat Al-Qur’an.
-
Rukuk dengan tuma’ninah.
-
I’tidal.
-
Sujud pertama.
-
Duduk di antara dua sujud.
-
Sujud kedua.
-
Berdiri untuk rakaat kedua.
-
Tasyahud akhir.
-
Salam ke kanan dan ke kiri.
Salat Tarawih dikerjakan dua rakaat satu salam, kemudian diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang disepakati keluarga.
Catatan Penting tentang Doa Iftitah
Doa iftitah disunnahkan untuk dibaca setiap memulai rangkaian salat baru. Karena Tarawih dikerjakan per dua rakaat, setiap kali takbiratul ihram baru dianjurkan membaca doa iftitah kembali.
Beberapa poin penting:
-
Hukumnya sunnah. Jika tidak dibaca, salat tetap sah.
-
Dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah.
-
Jika menjadi makmum dan imam membaca cepat, dahulukan mendengarkan bacaan imam atau langsung membaca Al-Fatihah, karena mendengarkan imam hukumnya wajib sedangkan iftitah sunnah.
-
Untuk menjaga kekompakan keluarga dan memperlancar salat, boleh memilih bacaan iftitah yang ringkas.
Baca Juga: Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Lengkap dengan Niat dan Dalilnya
Penutup dengan Salat Witir
Setelah Tarawih selesai, tutuplah dengan salat Witir yang jumlah rakaatnya ganjil, biasanya 3 rakaat.
Bisa dilakukan dua rakaat salam lalu satu rakaat salam, atau langsung tiga rakaat dengan satu salam.
Doa Setelah Tarawih dan Witir
Seusai Tarawih dan Witir, jangan buru-buru beranjak. Ajak keluarga duduk bersama untuk berdoa. Bacalah doa memohon ampunan, keberkahan, serta kebaikan dunia dan akhirat.
Baca Juga: 8 Waktu Mustajab untuk Doa di Bulan Ramadan, dari Berbuka hingga Lailatul Qadar
Ramadan adalah waktu mustajab untuk berdoa. Suasana rumah yang tenang justru bisa membuat doa terasa lebih khusyuk dan personal.
Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Salat Tarawih berjamaah bersama keluarga bukan hanya tentang jumlah rakaat, tetapi tentang membangun kenangan iman di dalam rumah. ***




