POJOKSATU.id, Papua Barat Daya - Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan kulit, yang disertai rasa gatal.

Ini adalah masalah yang sangat umum terjadi pada orang dari berbagai kalangan usia.

Dari catatan pafipapuabaratdaya.org ada berbagai kemungkinan penyebabnya, termasuk dermatitis seboroik, reaksi alergi, psoriasis, dan eksim.

Reaksi berlebihan terhadap Malassezia, ragi yang terjadi di kulit kepala, adalah salah satu penyebab dermatitis seboroik.

Berbagai faktor meningkatkan risiko munculnya ketombe, termasuk usia seseorang, cuaca, tingkat stres, kondisi medis, dan pilihan produk rambut.

Kebersihan yang buruk bukan merupakan faktor, tetapi ketombe mungkin lebih terlihat jika seseorang tidak sering mencuci rambutnya.

Penyebab Ketombe

Kondisi ini dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal, antara lain:

1. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan salah satu penyebab paling sering.

Penyakit ini ditandai dengan kulit yang memerah dan berminyak, dilapisi oleh serpihan kulit kepala berwarna putih kekuningan.

Dermatitis seboroik juga bisa menyerang bagian tubuh lain selain kulit kepala. Contohnya daerah alis, hidung, belakang telinga, dada, selangkangan, dan daerah-daerah lain yang memiliki banyak kelenjar minyak.

2. Jarang Mencuci Rambut

Saat kulit kepala jarang dibersihkan dengan sampo, minyak, dan sel kulit mati akan menumpuk di kulit kepala yang mengakibatkan ketombe.

3. Malassezia Sp

Malassezia Sp merupakan salah satu jamur yang hidup di kulit kepala sebagai normal flora.

Jika ada kondisi yang menyebabkan pertumbuhan jamur ini meningkat melebihi jumlah normal, misalnya pada kondisi udara yang panas dan lembap.

Malassezia dapat menyebabkan penumpukan asam lemak tak tersaturasi sehingga terjadi peradangan.

Kondisi ini bisa berujung pada deskuamasi kulit kepala sehingga menghasilkan ketombe.

4. Kulit Kering

Serpihan kulit kepala yang disebabkan oleh kulit kering agak berbeda dengan yang disebabkan oleh kulit berminyak.

Pada kulit kering, serpihan cenderung lebih kecil dan tidak begitu berminyak. Kulit kepala merah dan gejala radang lebih jarang dijumpai.

5. Dermatitis Kontak

Hipersensitivitas terhadap suatu komposisi dari produk perawatan rambut dapat menyebabkan kulit kepala meradang, yang salah satu gejalanya adalah ketombe.

Faktor Risiko Ketombe

Hampir semua orang dapat memiliki kondisi ini, tetapi faktor-faktor tertentu dapat membuat kamu lebih rentan, yaitu:

- Usia

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dewasa muda dan berlanjut hingga usia paruh baya.

- Jenis kelamin

Ketombe lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

- Penyakit tertentu

Penyakit Parkinson dan penyakit lain yang memengaruhi sistem saraf juga meningkatkan risiko ketombe. Begitu juga dengan HIV atau sistem kekebalan yang melemah.

- Riwayat penyakit kulit

Pernah mengalami eksim, rosacea, psoriasis, atau jerawat dapat memicu atau memperburuk dermatitis seboroik.

- Kulit berminyak

Seseorang yang memiliki kulit berminyak secara alami, berisiko tinggi terkena dermatitis seboroik.

Sering meminyaki kulit kepala. Minyak tertentu yang dioleskan ke kulit kepala dapat menutupi ketombe, tetapi memperburuk respons pengelupasan
dan gatal.

Gejala Ketombe

Gejala dari ketombe sangat mudah dikenali, yaitu serpihan kulit kepala berwarna putih keabu-abuan atau kekuningan yang berminyak, tetapi tidak melekat erat di kulit kepala.

Serpihan putih ini sering ditemukan di permukaan kulit kepala, di antara rambut, maupun di bahu.

Gejala umum lainnya adalah:

- Kulit kepala terasa gatal.

- Sisik berminyak atau kering di kulit kepala.

- Benjolan bersisik kekuningan hingga kemerahan di sepanjang garis rambut (dalam kasus yang parah).***