POJOKSATU.id - Ramadan identik dengan banyak hal, mulai dari meningkatnya aktivitas ibadah hingga undangan buka puasa bersama. 

Tapi ada satu fenomena lain yang hampir selalu muncul setiap tahun, yaitu meningkatnya pengeluaran untuk pakaian.

Mulai dari acara buka puasa bersama, agenda kantor dengan dress code tertentu, hingga persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri membuat banyak orang merasa perlu memiliki busana baru.

"Apalagi Lebaran gitu ya, sering kali membuat banyak orang merasa perlu tampil dengan busana baru," kata konten kreator mindful consumption, Cempaka Asriani, dalam Group Media Interview TikTok bertajuk #SerunyadiTikTok di Jakarta.

Baca Juga: Pilihan 7 Gamis Couple Ibu dan Anak 2026 yang Stylish, Tampil Kompak Saat Lebaran dan Acara Keluarga

Di media sosial, tren outfit Ramadan dan Lebaran juga terus bermunculan. 

Mulai dari warna senada, model terbaru, hingga konsep keluarga kompak yang membuat banyak orang tergoda mengikuti tren tersebut.

Akibatnya, tanpa terasa anggaran untuk sandang pun sering membengkak.

Apa Itu Occasion Wear?

Dalam dunia fashion, ada istilah yang disebut occasion wear. 

Istilah ini merujuk pada pakaian yang dirancang khusus untuk momen atau acara tertentu.

Baca Juga: 10 Tips Puasa Sehat agar Tetap Fit dan Kuat Menjalani Aktivitas Selama Ramadan

Occasion wear biasanya memiliki desain yang lebih spesifik, elegan, dan sering kali mengikuti tema acara.

Contohnya seperti baju Lebaran, kebaya pesta, gaun pernikahan, atau busana formal untuk acara resmi.

Karena dibuat untuk momen tertentu, pakaian jenis ini sering kali tidak mudah digunakan kembali dalam aktivitas sehari-hari. 

Modelnya bisa terlalu formal, terlalu mencolok, atau memiliki ciri khas yang membuatnya sulit dipadukan dengan pakaian lain.

Inilah yang kemudian membuat occasion wear sering hanya dipakai sekali atau dua kali saja.

Baca Juga: Singapura Gagal

Ironi di Balik Tren Busana Lebaran

Cempaka Asriani menilai fenomena ini sebenarnya menyimpan ironi yang jarang disadari.

Banyak orang membeli pakaian yang hanya digunakan sekali, lalu akhirnya tersimpan lama di dalam lemari.

"Yang hanya dipakai sekali, lalu berakhir menggantung lama di lemari," ujar Cempaka.

Padahal, pakaian memang termasuk kebutuhan primer. Namun pola belanja impulsif untuk memenuhi tuntutan acara tertentu bisa membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali.

Menurutnya, ada cara sederhana untuk menghindari situasi tersebut.

“Padahal untuk itu kamu bisa saling pinjam dengan teman atau kerabat gitu ya," sebut dia.

Baca Juga: Sejarah Universitas Samudra, Dari Kampus Swasta di Langsa hingga Menjadi PTN di Aceh

Alternatif Selain Membeli Baju Baru

Selain meminjam dari teman atau keluarga, opsi menyewa pakaian juga semakin mudah ditemukan saat ini.

Berbagai jenis busana formal seperti batik, kebaya, hingga pakaian pesta kini banyak tersedia di layanan rental.

“Sekarang banyak tempat rental kayak batik, kebaya, ada rentalnya. Dan enaknya, kalau rental enggak perlu nyuci. Jadi, pakaian datang dalam kondisi sudah di-laundry,” tuturnya.

Cara ini dinilai lebih praktis sekaligus dapat membantu menekan pengeluaran, terutama untuk pakaian yang hanya dipakai di acara tertentu.

Baca Juga: Masjid Jami Sungai Banar Amuntai, Masjid Tertua di Kalsel yang Sarat Kisah Misteri dan Sejarah

Tantangan Khusus Baju Lebaran

Khusus untuk baju Lebaran, tantangannya bahkan lebih besar. Banyak desain yang memang dibuat sangat khas untuk Hari Raya.

Modelnya cantik dan menarik, tetapi sering kali sulit dipakai kembali di kesempatan lain.

“Jadi, kita itu susah pakai baju itu lagi di kesempatan yang lain. Akhirnya beli baju (baru). Ujung-ujungnya nanti (baju Lebaran) cuma menuh-menuhin lemari,” ujar Cempaka.

Situasi ini kemudian menciptakan siklus tahunan yang terus berulang: membeli, memakai sekali, lalu menyimpannya.

Baca Juga: 9 Jenis Ketupat Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia, Inspirasi Hidangan Lebaran 2026

Tampil Menarik Tak Harus Selalu Baru

Cempaka mengingatkan bahwa tampil menarik saat Ramadan dan Lebaran tidak selalu harus berarti membeli pakaian baru.

Memadupadankan ulang pakaian yang sudah dimiliki, meminjam dari teman, atau menyewa busana bisa menjadi pilihan yang jauh lebih bijak secara finansial.

"Kan sayang ya tiap tahun beli baju baru, berarti tiap tahun akan ada satu baju yang sekali dipakai terus masuk lemari, masa begitu terus setiap tahun," kata dia.  ***