POJOKSATU.id - Cabai memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh dan memiliki banyak manfaat. Siapa suka sambal? Sesering apa Sobat "nyambel"?

Kandungan nutrisi pada cabai diantaranya Kalori, Natrium, Kalium, Karbohidrat, Serat, Protein, Kalsium, Magnesium, Zat besi, Vitamin A, B6, B12, C, dan D.

Saatnya nyambel tinggal petik! Cara menaman cabai juga sangat mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Berikut ini Pojok Satu bagikan cara mudah menanam cabai di rumah supaya cepat berbuah.

Baca Juga: Tidak Perlu Lahan Luas, Ini Dia Cara Menanam Tomat dengan Mudah di Pot atau Polybag, Bisa Dilakukan di Rumah!

1. Pilih benih Cabai yang berkualitas

Langkah awal yang perlu diperhatikan dalam menanam cabai agar hasilnya cepat berbuah yaitu memilih benih cabai yang berkualitas.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan benih cabai dan hampir serupa dengan teknik budidaya jamur.

Benih cabai dapat diperoleh dengan membelinya dari toko atau langsung melalui petani cabai.

Benih cabai juga bisa didapat secara langsung dari buahnya.

Jika kita memilih untuk mengambil benih cabai dari buahnya, pastikan bahwa buah tersebut berasal dari tanaman induk yang memiliki daun lebat dan berbuah lebat.

Ketika tanaman memasuki fase berbuah, pilihlah bagian buah cabai yang sudah mencapai kematangan penuh, dengan kulit bagian luar yang terlihat merah mengkilap.

Jangan mengambil benih dari buah cabai yang sudah mengalami pembusukan.

Baca Juga: Strategi Kreatif Menanam Anggur di Lahan Terbatas dan Iklim Tropis Indonesia

2. Keluarkan biji cabai dari buahnya

Iris hati-hati buah cabai, lalu membaginya menjadi dua bagian.

Lakukan hal ini dengan hati-hati untuk mencegah cedera pada biji cabai yang akan diambil sebagai bibit.

Setelah diiris, keluarkan biji cabai yang terdapat di bagian dalam buah tersebut.

Pilih biji-biji yang berada di tengah, karena biji-biji ini adalah yang terbaik dibandingkan dengan yang berada di kedua ujung buah.

3. Jemur biji cabai di bawah sinar matahari

Tahap selanjutnya adalah menjemur biji cabai di bawah sinar matahari.

Pastikan bahwa biji cabai berada dalam kondisi kering dengan cara diangin-anginkan.

Proses ini dapat dilakukan dengan meletakkan biji cabai di atas nampan atau tampah untuk memungkinkan sirkulasi udara yang baik.

Baca Juga: Lewat Menanam Pohon Mangrove, Nelayan Ganjar Sosialisasikan Ganjar-Mahfud ke Warga Lampung

4. Seleksi Biji Cabe

Sebelum memulai proses semai pada bibit cabai, kita seleksi dulu biji cabai itu.

Hal ini dilakukan untuk memilih bibit cabai yang berkualitas dengan daya tumbuh optimal dan memisahkan bibit yang tidak memenuhi kriteria sebagai bahan tanam.

Caranya yaitu celupkan biji cabai ke dalam larutan nutrisi atau air mineral.

Diamkan semalam, dan perhatikan keesokan harinya.

Biji cabai yang tenggelam dapat dianggap sebagai bibit yang baik untuk tanaman.

Sementara biji yang mengapung dapat dipastikan sebagai biji yang kosong dan tidak dapat digunakan sebagai bibit.

Baca Juga: 6 Manfaat Tomat untuk Kulit, Nomor 4 Mengejutkan!

5. Mulai Penyemaian

Setelah mendapatkan benih cabai yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah memulai proses penyemaian.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan bibit cabai yang berkualitas pula.

Salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan tunas adalah dengan menggunakan media semai.

Media semai terdiri dari tanah yang dicampur dengan sekam dan pupuk kandang, dengan perbandingan 2:1:1.

Taburkan benih di atas media tanam, tutup dengan lapisan tipis campuran tanah, dan letakkan di ruangan yang kurang terpapar sinar matahari.

Tutup permukaan media semai dengan kain hitam berpori besar selama 3 hingga 5 hari.
Lakukan hingga tunas mencapai tinggi 5 hingga 10 cm dan siap dipindahkan ke media tanam.

Baca Juga: Tips Ampuh Mengusir Ulat Daun untuk Melindungi Tanaman dari Kerusakan!

6. Pindahkan ke Media Tanam

Untuk meningkatkan hasil panen cabai dengan cepat, ada dua pilihan media tanam yaitu tanam pot atau hidroponik.

Namun, menanam cabai di dalam pot bisa lebih menguntungkan karena umur tanaman akan lebih panjang.

Persiapkan media tanam yang baik dengan mencampur pupuk, sekam, dan tanah humus dalam perbandingan 2:1:3.

Gunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau humus untuk keberlanjutan tanah yang alami dan aman.

Semprotkan sedikit air ke tanah untuk memberikan kelembapan.

Baca Juga: Segudang Manfaat Daun Sirih bagi Kesehatan, Mengatasi Diabetes hingga Mencegah Kanker

Masukkan tanah ke dalam pot dengan diameter 25-30 cm, dan tanam satu bibit cabai pada setiap pot.

Pisahkan bibit yang telah mencapai tinggi 5-10 cm dari media semai dengan hati-hati.

Buat lubang tanam pada media tanam, masukkan bibit, dan padatkan tanah untuk menopang bibit dengan kokoh.

7. Mulai Perawatan Tanaman Cabai

Perawatan yang tepat merupakan hal penting dalam menanam cabai agar cepat berbuah.

Kesuksesan panen sangat tergantung pada cara perawatan yang diterapkan.

Semakin baik perawatan yang dilakukan, semakin baik dan cepat pula hasil panen cabe yang dapat dicapai.***