POJOKSATU.id – Ada banyak cara menyambut pergantian tahun, tetapi tidak semuanya menawarkan ketenangan seindah Bukit Pergasingan di Lombok.

Dari ketinggian bukit yang menghadap gagahnya Gunung Rinjani, malam tahun baru terasa lebih sunyi, lebih jujur, dan lebih dekat dengan alam.

Bagi banyak orang, momen ini menjadi pilihan sempurna untuk memulai tahun baru dengan hati yang bening dan pikiran yang lega.

Perjalanan menuju Pergasingan biasanya dimulai sore hari dari kawasan Sembalun.

Baca Juga: Bernuansa Tropis di Bali, Seminyak dan Kuta Beach Party, Selalu Pecah Tiap Pergantian Tahun

Udara yang sejuk, sawah kotak-kotak yang menghijau, dan punggungan bukit yang membingkai desa membuat langkah awal pendakian terasa menyenangkan.

Jalurnya berupa tanjakan panjang dengan trek tanah dan bebatuan, tetapi cukup aman untuk pendaki pemula.

Semakin tinggi, semakin jelas bentangan lembah Sembalun yang tampak seperti mozaik hijau keemasan.

Sesampainya di area camping, suasana langsung berubah menjadi ruang besar yang tenang.

Pendaki memilih tempat mendirikan tenda, menyalakan lampu kecil, lalu menikmati langit yang mulai gelap.

Baca Juga: Bukan Hanya Tanjung Priok dan Sekitarnya, Banjir Rob Juga Terjadi di Kepulauan Seribu

Menjelang malam tahun baru, suasana tidak diwarnai dentuman musik, tetapi oleh percakapan ringan, aroma kopi panas, dan suara angin yang menyapu semak di sekitar tenda.

Saat waktu perlahan menuju tengah malam, Bukit Pergasingan memperlihatkan pesonanya.

Langit penuh bintang menyala begitu terang karena minimnya polusi cahaya.

Banyak pendaki duduk di luar tenda sambil berbagi cerita, menuliskan harapan baru, atau sekadar menikmati dinginnya udara Sembalun yang menusuk tetapi menenangkan.

Detik-detik pergantian tahun terasa begitu intim. Hanya cahaya headlamp, siluet Rinjani, dan semesta yang sunyi.

Baca Juga: Heboh! Batang Kayu di Pantai Pasca Banjir Ternyata Bernomor, Netizen Serius Ini Hasil Banjir atau Hasil Pesanan?

Momen paling dinanti datang keesokan paginya. Sekitar pukul 05.00, warna langit mulai berubah.

Kabut tipis naik dari lembah, mengambang seperti permadani putih yang memeluk Sembalun.

Dari arah timur, cahaya jingga perlahan muncul, menembus garis bukit, hingga akhirnya memunculkan matahari pertama tahun baru.

Pemandangannya luar biasa: lembah hijau, kabut yang berlari pelan, dan Rinjani yang berdiri megah sebagai latar utama.

Banyak pendaki menganggap ini sebagai salah satu sunrise terindah yang bisa dinikmati tanpa pendakian berat.

Lokasi dan Akses Menuju Bukit Pergasingan

Bukit Pergasingan terletak di Desa Sembalun, Lombok Timur.

Baca Juga: Ibu Terjebak 60 Jam dalam Rumah Terendam Banjir, Bertahan Makan Padi dan Minum Air Hujan Demi Susui Bayinya yang 10 Bulan

Dari Bandara Lombok, perjalanan memakan waktu sekitar 2–2,5 jam menggunakan mobil atau motor.

Akses jalan sudah baik, dan banyak homestay di Sembalun untuk persiapan sebelum pendakian.

Tiket Masuk dan Biaya Pendakian

Pengunjung membayar tiket pendakian dengan tarif yang masih stabil dan berlaku hingga saat ini, biasanya berupa tiket per orang plus biaya parkir kendaraan.

Tarif sewa porter dan pemandu juga tersedia bagi pendaki yang membutuhkan bantuan membawa peralatan.

Fasilitas yang Tersedia

Fasilitas dasar seperti area parkir, pos pendaftaran, dan jasa pemandu sudah tersedia.

Baca Juga: Titiek Soeharto Ngamuk di DPR: Kayu Segede Gaban Lewat Dua Hari Setelah Banjir, Itu Namanya Ngejek Rakyat!

Di atas bukit tidak ada toilet permanen, sehingga pendaki wajib membawa perlengkapan pribadi.

Beberapa penyedia jasa open trip menyediakan tenda, matras, sleeping bag, serta makan malam dan sarapan.

Acara Khusus Tahun Baru

Meski tidak ada acara resmi dari pemerintah, komunitas pendaki sering mengadakan gathering kecil, sesi doa bersama, hingga berbagi makanan saat pergantian tahun.

Suasananya sederhana namun hangat, menjadikan tahun baru di Pergasingan jauh lebih personal.

Baca Juga: Terang yang Mengubah Hidup: Ketika Sambungan Listrik Gratis Hadir di NTT

Keheningan alam, dinginnya udara pegunungan, hamparan bintang, hingga sunrise pertama yang muncul dari balik Rinjani memberi ruang bagi siapa pun untuk benar-benar memulai lembaran baru. ***