POJOKSATU.id - Puasa di bulan Ramadhan terasa belum lengkap tanpa menyempurnakannya dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Ibadah ini memiliki keutamaan besar, karena pahala puasa Syawal selama enam hari disebut setara dengan puasa selama satu tahun penuh.
Pada tahun 1447 Hijriah, puasa Syawal mulai dapat dilaksanakan sejak 2 Syawal, setelah Hari Raya Idul Fitri.
Dalam menjalankan ibadah puasa, niat menjadi hal yang sangat penting karena menentukan sah atau tidaknya puasa, meskipun hukumnya sunnah.
Para ulama menganjurkan agar niat tidak hanya dihadirkan dalam hati, tetapi juga dilafalkan untuk membantu memantapkan ibadah yang dilakukan.
Baca Juga: 7 Outfit Halal Bihalal Elegan dan Adem, Tampil Stylish Tanpa Gerah!
Berikut lafal niat puasa Syawal yang dibaca pada malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”
Terkait niat ini, sebagian ulama mensyaratkan adanya ta’yin, yaitu menyebut secara spesifik puasa Syawal dalam hati.
Namun, sebagian ulama lain berpendapat hal tersebut tidak wajib.
Perbedaan ini menunjukkan adanya kelonggaran dalam praktik ibadah, selama niat tetap dihadirkan dengan sungguh-sungguh.
Baca Juga: 10 Ide Halal Bihalal Anti Boring dari Piknik Santai sampai Glamping Bareng
Waktu pelaksanaan niat puasa Syawal dimulai sejak masuk waktu Maghrib.
Namun berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunnah ini masih diperbolehkan dilakukan di pagi hari.
Syaratnya, seseorang belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Hal ini memberikan kemudahan bagi umat Islam yang mungkin baru berniat berpuasa setelah pagi hari.
Bagi yang berniat di pagi hari hingga sebelum waktu Zhuhur, berikut lafal niat yang dapat dibaca:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah.”
Dengan adanya kemudahan ini, siapa pun tetap bisa meraih keutamaan puasa Syawal meskipun tidak sempat berniat sejak malam hari.
Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah tersebut.
Enam hari di bulan Syawal mungkin terasa singkat, tapi nilainya begitu besar, cukup untuk menjaga hangatnya semangat Ramadhan dalam hati.***




