POJOKSATU.id - Puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. 

Ibadah ini termasuk amalan saleh yang memiliki banyak keutamaan karena dilaksanakan pada hari-hari terbaik dalam kalender Islam.

Puasa di awal bulan Dzulhijjah terdiri dari puasa tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Tak sedikit umat Muslim yang baru berniat puasa ketika pagi atau siang hari. Lalu, apakah tetap boleh berniat puasa sunnah di siang hari?

Baca Juga: Perbedaan Puasa Arafah, Tarwiyah, dan Dzulhijjah, Lengkap dengan Pengertian dan Sejarahnya

Bolehkah Niat Puasa Sunnah Dilakukan Siang Hari?

Dalam puasa sunnah, niat masih diperbolehkan dilakukan pada siang hari sebelum matahari tergelincir, selama seseorang belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak Subuh.

Karena itu, bagi umat Islam yang lupa berniat pada malam hari tetap bisa melanjutkan puasa sunnah Dzulhijjah dengan membaca niat di pagi atau siang hari sesuai ketentuan syariat.

Pengertian Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.

Puasa ini dianjurkan karena termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT pada hari-hari mulia menjelang Idul Adha.

Baca Juga: Mantan Kapolda Sumut Panca Putra Simanjuntak Dilantik Jadi Kalemdiklat Polri

Puasa Dzulhijjah mencakup:

  • Puasa tanggal 1–7 Dzulhijjah

  • Puasa Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah

  • Puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah

Niat Puasa Dzulhijjah Siang Hari

Berikut bacaan niat puasa sunnah Dzulhijjah jika baru berniat di pagi atau siang hari.

1. Niat Puasa 1–7 Dzulhijjah Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala.”

Baca Juga: Cek 25 SMA Swasta Terbaik di Bogor Berdasarkan Nilai TKA 2025, Kota dan Kabupaten, Sekolahmu Masuk?

Niat Puasa Tarwiyah Siang Hari

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan menjadi salah satu puasa sunnah yang dianjurkan menjelang Idul Adha.

Berikut niatnya jika dibaca siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa Arafah Siang Hari

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.

Berikut bacaan niat puasa Arafah jika baru berniat di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta'ala.”

Baca Juga: Ikut PNM ULaMM Denpasar, Wayan Jadikan Limbah jadi Kerajinan Bernilai Ekspor

Perbedaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Meski sama-sama dilakukan pada bulan Dzulhijjah, ketiganya memiliki perbedaan.

Puasa Dzulhijjah

  • Dilaksanakan tanggal 1–7 Dzulhijjah

  • Bertujuan memperbanyak amal saleh di hari-hari mulia

  • Menjadi amalan sunnah umum di awal bulan Dzulhijjah

Puasa Tarwiyah

  • Dilaksanakan tanggal 8 Dzulhijjah

  • Berkaitan dengan persiapan ibadah haji

  • Menjadi latihan spiritual dan pengendalian diri

Baca Juga: Inilah 100 SMA Swasta dengan Nilai TKA Tertinggi di Jawa Barat 2026, Ada Sekolah Kamu?

Puasa Arafah

  • Dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah

  • Memiliki keutamaan menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang

  • Menjadi puasa sunnah paling utama menjelang Idul Adha

Keutamaan Puasa 1–9 Dzulhijjah

Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah SWT untuk beribadah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Selain itu, puasa Arafah juga dikenal memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.

Baca Juga: Warga Tolak Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Pemilik Ungkap Tak Langgar Undang-undang

Hari-hari awal Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, doa, dzikir, dan puasa sunnah sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Terkadang niat baik datang terlambat, tetapi Allah SWT tetap membuka pintu pahala bagi hamba-Nya yang ingin mendekat. 

Selama masih ada kesempatan untuk beribadah dan memperbaiki diri, jangan ragu memulai. 

Sebab bisa jadi, amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas justru menjadi jalan datangnya keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. ***