POJOKSATU.id - Bacaan niat sholat Idul Adha menjadi bagian penting yang mendahului pelaksanaan ibadah sunnah ini.

Niat dibaca sebelum takbiratul ihram dan disesuaikan dengan cara pelaksanaannya, baik sendiri maupun berjamaah.

Dalam Islam, sholat Idul Adha termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Umumnya, sholat ini dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka.

Baca Juga: Kabar Gembira Guru! TPG Mei 2026 Siap Dicairkan, Nominalnya Mengacu Aturan Terbaru

Namun, dalam kondisi tertentu, sholat Idul Adha juga boleh dikerjakan sendiri di rumah.

Mazhab Syafi’i memandang pelaksanaan sholat Id berjamaah lebih utama. Meski begitu, mengerjakannya sendiri tetap diperbolehkan dan sah menurut syariat.

Syekh Nawawi Banten dalam Kitab Nihayatuz Zain menjelaskan bahwa sholat dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, termasuk sholat sunnah yang dianjurkan dilakukan secara berjamaah.

القسم الثاني من النفل المؤقت وهو ما تسن فيه الجماعة (صلاة العيدين) الأصغر والأكبر وهي من خصائص هذه الأمة

Artinya: “Jenis kedua dari sholat sunnah yang ditentukan waktunya adalah sholat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah sholat dua Id, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sholat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW.”

Baca Juga: Bukit Shafa dan Marwah, Jejak Perjuangan Siti Hajar yang Menjadi Rukun Haji dan Umrah

Anjuran tersebut juga bersumber dari hadits Ummu Athiyyah RA. Rasulullah SAW bahkan memerintahkan umatnya untuk menghadiri sholat Id berjamaah, termasuk wanita yang sedang berhalangan agar tetap datang dan mendengarkan khutbah dari bagian belakang.

Niat Sholat Idul Adha Sendiri
Sholat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat tanpa azan dan iqamah.

Berikut bacaan niat sholat Idul Adha sendiri:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَــــــــالَى

Ushallii sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alaa.

Artinya:
“Aku berniat sholat Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Terungkap! Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Tak Disamaratakan, Ini Penyebabnya

Tata Cara Sholat Idul Adha Sendiri
Imam Syafi’i dalam Kitab Ringkasan Kitab Induk Imam Syafi’i menjelaskan bahwa sholat Idul Adha boleh dilakukan sendiri di rumah.

Tata caranya hampir sama seperti pelaksanaan berjamaah, hanya saja tidak perlu mengeraskan suara dan tidak ada khutbah setelah sholat.

Berikut urutan tata cara sholat Idul Adha sendiri lengkap sesuai sunnah:

Rakaat Pertama
Membaca niat sholat Idul Adha

Baca Juga: Sejarah Ibadah Kurban dalam Islam, Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang Penuh Keteladanan

Mengucapkan takbiratul ihram

اللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar

Meletakkan tangan di atas pusar atau bersedekap

Membaca doa iftitah

Berikut salah satu bacaan doa iftitah yang diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim:

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.

Baca Juga: SKTP Mei 2026 Resmi Terbit! Ini Syarat dan Tips Agar TPG Cepat Cair ke Rekening Guru

Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan dan dosa sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, bersihkanlah kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

Membaca takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama

Di sela-sela takbir membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Artinya:
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

Baca Juga: Mau Jadi Developer Perumahan Subsidi? Perhatikan 4 Hal Penting Ini Sebelum Mulai Proyek

Membaca Surat Al-Fatihah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ar-raḥmānir-raḥīm

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

Māliki yaumid-dīn

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Membaca salah satu surat Al-Qur’an, dianjurkan Surat Al-A’la

Baca Juga: Satgas Citarum Harum Ultimatum Pabrik Nakal di Karawang, IPAL Jangan Dimainkan!

Rukuk sambil membaca tasbih tiga kali

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal 'adzimi wa bihamdih.

Bangun dari rukuk atau i’tidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Rabbanaa lakal hamdu.

Sujud pertama

Membaca tasbih sujud tiga kali:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdih.

Duduk di antara dua sujud

Membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Baca Juga: Konvoi Persib Sisakan Pecahan Botol Miras, DLH Kota Bandung: Bahaya dan Sulit Dibersihkan

Sujud kedua

Bangun dari sujud kedua sambil mengucapkan:

اللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar

Rakaat Kedua
Membaca takbir sebanyak lima kali

Di sela-sela takbir membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca salah satu surat Al-Qur’an, dianjurkan Surat Al-Ghasyiyah

Rukuk sambil membaca tasbih tiga kali

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal 'adzimi wa bihamdih.

Bangun dari rukuk atau i’tidal

Baca Juga: 2.000 Nelayan Terancam, DPRD Jabar Desak Percepatan Pembangunan Kolam Labuh Jayanti

Sujud pertama

Duduk di antara dua sujud

Sujud kedua

Duduk tasyahud akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

At-tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.

Mengucapkan salam sambil memalingkan wajah ke kanan dan kiri

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah.

Apakah Sholat Idul Adha Membaca Doa Iftitah?
Sholat Idul Adha tetap diawali dengan doa iftitah sebagaimana sholat sunnah lainnya.

Baca Juga: Regulasi Baru Kemendikdasmen, Dana BOS Resmi Jadi Sumber Pembiayaan Guru Non ASN!

Selain doa iftitah riwayat Bukhari-Muslim, terdapat pula doa iftitah lain dari hadits riwayat Ali RA:

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya:
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya milik Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.”

Waktu Sholat Idul Adha 2026
Berdasarkan hasil hisab dan laporan hilal, disepakati bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Baca Juga: Apa Itu Cash Flow? Begini Cara Kerja dan Pentingnya untuk Keuangan Bisnis Maupun Pribadi

Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat Idul Adha sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur.

Sementara waktu paling utama adalah ketika matahari naik setinggi tombak.

Momen Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga pengingat tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Karena itu, melaksanakan sholat Idul Adha dengan penuh kekhusyukan menjadi bagian penting dalam menyambut hari raya penuh berkah tersebut. ***