POJOKSATU.com - Kalau Sobat punya pacar atau pasangan, pasti pernah mengalami momen-momen yang bikin kesel.
Memang halbyang wajar, bertengkar itu hal yang normal dalam hubungan.
Tapi yang penting itu, Sobat dan pasangan bisa membangun hubungan yang lebih kuat dan harmonis.
"Komunikasi itu penting karena bisa menciptakan kepercayaan dan kedekatan," kata Shelley Sommerfeldt, seorang psikolog klinis yang ahli di bidang hubungan.
"Kalau kita mau punya hubungan yang terbuka, jujur, dan rentan dengan pasangan kita, kita harus bisa berkomunikasi dengan cara yang sehat."
Baca Juga: 7 Cafe Murah Meriah di Karawang tapi Bikin Pasangan Hepi, Ada yang Outdoor dan Romantis
Mau baru pacaran atau sudah lama bersama, tips-tips ini bisa membantu Sobat dan pasangan meningkatkan kemampuan komunikasi kalian.
Sebelum bisa memperbaiki kemampuan komunikasimu, harus tahu dulu apa saja yang perlu diperbaiki.
Ini dia beberapa tanda yang bisa Sobat perhatikan dan lakukan.
Pasif agresif adalah cara mengekspresikan kemarahan yang terpendam tanpa menghadapi konflik secara langsung.
Semua perilaku ini memungkinkanmu untuk melampiaskan kekesalanmu tanpa harus ngomonginnya.
Mungkin terasa enak sebentar, tapi nggak akan membantumu di masa depan.
Menghindari konflik juga gak bakal membantu. Membiarkan masalah saja bikin masalahnya makin besar di kemudian hari.
Baca Juga: 5 Cafe Romantis di Karawang Cocok buat Weekend Bareng Pasangan, Ada yang di Atas Awan
Menjadi defensif atau bermusuhan saat ngobrol dengan pasangan adalah tanda dirimu sudah terjebak dalam pola komunikasi yang beracun.
Kamu pernah ngalamin tanda-tanda di atas dalam hubungan dengan pasangan?
Tips ini bisa membantumu menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dan jujur.
Sebelum ngobrol dengan pasangan tentang sesuatu yang membuatmu kesal, coba atur dahulu perasaanmu dan tenangkan dirimu, kata Sommerfeldt.
"Kalau kita mulai ngobrol sambil marah-marah, sedih, atau terlalu emosional, biasanya komunikasinya jadi panas dan susah menemukan solusi," kata Sommerfeldt.
Baca Juga: 11 Ide Kado Anniversary yang Istimewa dan Berkesan untuk Pasangan Perempuan
Coba jalan-jalan sebentar atau dengerin musik yang santai sebelum ngobrol sama pasangan. Dengan begitu, bisa lebih mengendalikan emosi dan bisa berkomunikasi dengan baik.
Memilih waktu yang tepat untuk ngobrol bersama pasangan juga bisa bikin perbedaan besar, Sommerfeldt bilang.
Kalau ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu, beri tahu pasanganmu kalau dirimu mau duduk dan ngobrol.
"Kalau pasangan kamu tau kalau kamu mau ngomong sama mereka, ini bisa bikin situasinya lebih tenang karena mereka nggak bakal kaget atau merasa diserang dengan debat sengit," Sommerfeldt bilang.
Cara kita ngomong terhadap pasangan bisa bikin perbedaan besar.
Seringkali, pasangan mulai ngobrol dengan menyalahkan orang lain dan menempatkan diri mereka sebagai korban, kata Sommerfeldt.
Dia menyarankan untuk mulai ngobrol dengan mengungkapkan perasaanmu. Sobat bisa pastikan hal ini dengan menggunakan kalimat yang dimulai dengan "Aku."
Misalnya, daripada menyalahkan pasangan karena terlalu fokus kerja, Sibat bisa bilang, "Aku merasa tersakiti saat kamu selalu fokus kerja." Ini lebih baik daripada bilang, "Kamu selalu fokus kerja."
"Banyak pasangan yang ngobrol seperti sedang berdebat atau bertengkar yang harus dimenangkan," kata Sommerfeldt.
Meskipun Sobat tidak setuju dengan pandangan pasangan Sobat, penting untuk mendengarkan alasan mereka merasa begitu.
Mereka juga harus melakukan hal yang sama untukmu.
Saat berdiskusi, jangan jadikan itu sebagai kompetisi untuk lihat siapa yang menang. Sebaliknya, dengarkan dengan aktif dan coba pahami sudut pandang mereka.
"Ingat bahwa tujuan komunikasi dengan pasangan adalah mencapai pemahaman," Sommerfeldt jelas.
Apakah Sobat membicarakan perasaan yang terluka atau ide yang berbeda tentang rencana masa depan, Sobat dan pasangan harus keluar dari percakapan dengan merasa ada solusi.
Lebih sering daripada tidak, solusi itu bergantung pada kompromi, baik itu tentang pembagian tugas atau pengambilan keputusan keuangan.
"Ini bisa membantu orang memaafkan dan melanjutkan hidup," dia tambah. "Ini juga bisa menimbulkan perasaan kekuatan dan kedekatan antara pasangan."
Menetapkan batasan yang jelas juga bisa membantu menghindari kesalahpahaman, kata Cali Estes, PhD.
Misalnya, kalau masalah keuangan jadi sumber masalah, coba buat beberapa batasan.
Baca Juga: Takut Menjadi Replika Perilaku Ayah di Masa Depan, Begini Penjelasan Secara Maskulin
Mungkin Sobat memutuskan bahwa setiap pembelian di atas Rp 5 juta harus dibicarakan dan disetujui oleh kedua belah pihak sebelum membelinya.
Mungkin terlihat sepele, tapi meninggalkan catatan untuk memberi tahu pasangan apa yang Sobat lakukan bisa sangat membantu, kata Estes.
Selain memberikan informasi praktis, ini menunjukkan kepada pasangan bahwa dirimu memikirkan mereka dan memperhatikan kekhawatiran mereka tentang di mana kamu berada.
Kalau dirimu mau ketemu teman setelah belanja, tinggalkan catatan singkat yang memberi tahu pasangan.
Demikian pula, Estes menyarankan untuk melakukan pengecekan rutin di pagi hari, sekitar jam makan siang, dan di malam hari.
"Ini termasuk mengambil apa yang saya sebut suhu suasana hati," Estes bilang. "Kalau kamu lagi bad mood, kamu mau pasangan kamu tau sebelum kamu meledak."
Coba gunakan skala 1 sampai 10 untuk memberi tahu pasangan bagaimana harimu berjalan.
Kalau soal komunikasi, ada hal-hal yang harus dihindari sebisa mungkin.
"Banyak orang yang mengadopsi sikap diam berpikir itu menetapkan batasan," kata terapis berlisensi, Jor-El Caraballo,
"Tapi batasan bekerja paling baik saat dikomunikasikan secara eksplisit dengan pasangan, kalau tidak mereka mungkin gak sadar mereka udah melanggar salah satu."
Lebih baik bersikap tegas tentang batasan, Caraballo tambah, daripada menganggap bahwa pasangan tau kenapa dirimu sakit hati dan mengucilkan mereka, yang sering menyebabkan kerusakan lebih besar pada hubungan.
Gampang banget terjebak dalam kebiasaan mengulang masa lalu saat momen panas.
Mengungkit-ungkit kesalahan pasangan secara teratur bisa kontraproduktif dan hanya membuat mereka lebih defensif.
Menaikkan suara saat bertengkar atau sampai berteriak-teriak adalah cara yang gak efektif untuk mengolah kemarahanmu.
Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan pertengkaran menjadi lebih intens dan merusak harga diri pasangan.
Baca Juga: Fakta Mutakhir Organoid, Organ Mini yang Bikin Komputer Jadi Pintar
Membatukan diri atau pergi saat pertengkaran adalah cara melepaskan diri dari pasangan dan meninggalkan konflik tanpa diselesaikan.
Wajar kok kalau merasa kewalahan dan butuh istirahat sejenak. Pastikan menjelaskan kalau kamu butuh waktu sebentar jauh dari percakapan.
Hati-hati dengan humor yang gak tepat saat kamu lagi bertengkar.
Kalau mau mencairkan suasana, lebih baik bikin lelucon yang gak berbahaya tentang diri kamu sendiri daripada bilang sesuatu yang negatif tentang mereka.
Bahasa tubuh juga bisa berbicara banyak. Misalnya, ngecek hp daripada ngadepin mereka dan kontak mata bisa bikin orang lain merasa gak dihargai.
Komunikasi yang efektif adalah dasar dari hubungan yang sukses, tapi itu gak berarti selalu mudah.
Kalau kamu kesulitan menyelesaikan komunikasi dalam hubungan kamu, pertimbangkan untuk menemui terapis, baik sendiri atau bersama pasangan.***



