POJOKSATU.id-- Menjelang momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Green Nitrogen, Penyedia Stasiun Pengisian Nitrogen di SPBU dan Rest Area, menyampaikan pesan kepada pengguna kendaraan untuk selalu memperhatikan keselamatan berkendara.
Di mana momen spesial seperti musim liburan ini menjadi momentum family time yang berharga dan berkesan menjadi self reminder untuk selalu memperhatikan safety riding dan kondisi kendaraan, terutama kondisi ban apakah sudah halus dan sesuai dengan standar keselamatan.
Direktur Operasional dan Komersial Green Nitrogen, Ghassan Amanullah Wijaya menyatakan bahwa pengguna kendaraan harus benar-benar memastikan kondisi kendaraannya prima.
Baca Juga: XL Axiata dan MTXL Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
Tak lupa ia mengingatkan juga mengecek kondisi ban kendaraan, mengisi ban dengan nitrogen yang murni dan tekanannya sesuai dengan standar keselamatan yang ada.
"Standar keselamatan ini juga harus dimaksimalkan dengan mengecek kondisi ban secara rutin, apakah sudah botak atau kadaluarsa bannya," jelas Ghassan dalam keterangannya, Jumat, 20 Desember 2024.
"Sehingga ban kendaraan bisa selalu stabil dan tidak mudah tergelincir akibat lalai dalam mengecek kondisi ban dan mengesampingkan keselamatan berkendara,” katanya lagi.
Ia menuturkan, outlet Green Nitrogen di semua area SPBU dan Rest Area sudah terstandarisasi kemurniannya oleh Sucofindo. Dengan adanya kesadaran ini, angka kecelakaan dapat ditekan.
“Inilah pentingnya edukasi akan safety riding, karena kesadaran pengguna kendaraan terhadap berbagai ancaman kecelakaan semakin meningkat,” ujarnya.
Kelebihan lainnya dari outlet Green Nitrogen, imbuhnya, adalah kemudahan bertransaksi. Karena saat ini outlet Green Nitrogen di semua Rest Area sudah menggunakan pembayaran digital Qris.
Green Nitrogen juga sudah hadir di semua SBPU dan Rest Area di Sepanjang Tol Cipali dan Surabaya, baik arah ke Jawa atau pun arah Jakarta.
"Tinggal tap hanphone di barcode yang tersedia, digital payment sudah bisa dilakukan, lebih praktis dan meminimalisir penggunaan uang tunai yang tak jarang merepotkan konsumen,” tuturnya.***




