POJOKSATU.id - Meninggalkan kendaraan di rumah saat mudik Lebaran 2026 memang terasa sepele.
Kuncinya dikunci, garasi ditutup, selesai. Padahal, kalau tidak dipersiapkan dengan benar, mobil atau motor justru bisa bermasalah saat ditinggal dalam waktu lama.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa memarkir kendaraan dalam durasi lama tanpa persiapan matang bisa memicu gangguan teknis.
Mulai dari sistem kelistrikan, bahan bakar, sampai kondisi ban dan kabin.
Menurutnya, ada beberapa risiko yang sering dianggap remeh, padahal dampaknya bisa bikin rugi saat kembali dari kampung halaman.
Ancaman Aki Soak Meski Mesin Mati
Masalah paling umum adalah aki soak. Banyak yang mengira saat mesin mati, tak ada konsumsi listrik.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Dedi Mulyadi Siapkan Hotline untuk Warga Jabar di Luar Negeri
Faktanya, komponen seperti alarm, Electronic Control Unit (ECU), dan sistem keyless tetap menyedot arus dalam skala kecil.
Kalau kondisi aki sebelumnya sudah lemah, daya bisa habis total saat pemilik pulang. Hasilnya? Mesin gagal menyala dan harus jump start atau bahkan ganti aki baru.
Bahaya Kondensasi di Tangki Bahan Bakar
Tangki bahan bakar yang kosong atau hanya terisi sedikit juga berisiko. Ruang udara yang terlalu besar di dalam tangki memungkinkan terjadinya kondensasi atau pengembunan.
Baca Juga: Bangun Ruang Tumbuh Ide, GIK UGM Cari Social Media Specialist hingga Fotografer, Ini Syaratnya
Uap air bisa mengendap menjadi tetesan air di dalam tangki. Dampaknya bukan cuma mencemari kualitas bahan bakar, tapi juga memicu karat pada dinding tangki dan saluran BBM.
Yannes menyarankan agar tangki diisi minimal tiga perempat sebelum kendaraan ditinggalkan.
Fenomena Flat Spot pada Ban
Risiko lain yang sering luput adalah flat spot, yakni perubahan bentuk ban akibat beban kendaraan yang bertumpu pada satu titik dalam waktu lama.
Baca Juga: Harga Minyak Meledak Global, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Tenang! Pertalite Tak Naik Seperak Pun
Kalau tekanan angin tidak sesuai standar, potensi flat spot makin besar. Solusinya, pastikan tekanan ban mengikuti rekomendasi pabrikan.
Bila perlu, tambahkan 2–3 PSI dan parkir di permukaan yang rata serta stabil.
Kabin Kotor Bisa Undang Tikus
Soal kebersihan kabin juga tak kalah penting. Sisa makanan atau sampah organik bisa mengundang tikus masuk dan merusak instalasi kabel. Kelembapan tinggi pun dapat memicu jamur pada jok dan plafon.
Baca Juga: Tinggal 660 Kursi! Kuota Mudik Gratis Jabar 2026 Hampir Ludes, Ini Tiga Rute Tersisa
Sebelum ditinggal, sebaiknya kendaraan dicuci bersih, termasuk bagian kolong, lalu pastikan benar-benar kering sebelum disimpan di garasi.
Hal yang Wajib Dilakukan Sebelum Mudik
Beberapa langkah teknis yang disarankan:
1. Isi BBM minimal 3/4 tangki.
2. Pastikan tekanan ban sesuai standar (boleh tambah 2–3 PSI).
3. Bersihkan kabin dari sisa makanan dan sampah.
4. Cuci bodi dan kolong kendaraan untuk cegah korosi.
5. Gunakan kunci ganda atau pengaman tambahan.
Baca Juga: Amerika dan Israel Gelagapan! Target 4 Hari Berubah Jadi 5 Minggu
Jangan Langsung Tancap Gas Saat Pulang
Setelah kembali dari mudik Lebaran, jangan langsung memacu kendaraan. Lakukan pengecekan awal atau pre-trip inspection.
Periksa apakah ada kebocoran cairan seperti oli, radiator, atau minyak rem di bawah kolong.
Cek ruang mesin dari kemungkinan sarang binatang atau kotoran. Pastikan juga sistem rem dan lampu berfungsi optimal.
Baca Juga: Sejarah UIN Raden Intan Lampung: Dari IAIN hingga Kampus Islam Bereputasi Global
Yannes menegaskan, "Jangan langsung menyalakan kendaraan lalu berangkat. Sebaiknya kita lakukan pemeriksaan awal dulu supaya kendaraan kita tetap aman," pungkasnya. ***




