POJOKSATU.ID - Banyak orang modern merasa bahwa tidur selama enam jam sudah cukup untuk menunjang aktivitas harian mereka yang padat.
Namun, para ahli kesehatan dari National Sleep Foundation secara konsisten merekomendasikan durasi tujuh hingga sembilan jam bagi orang dewasa.
Meskipun angka enam jam sering dianggap sebagai standar minimal, durasi ini sebenarnya belum mencukupi kebutuhan pemulihan seluler tubuh secara menyeluruh.
Tidur yang terlalu singkat secara kronis dapat menyebabkan akumulasi "hutang tidur" yang berdampak negatif pada kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: 82,47 Persen Jadi Gelombang Ketidakpuasan Rakyat Minta Presiden Ganti Kepala BGN
Saat kita tidur, otak melakukan proses pembersihan racun melalui sistem glimfatik yang bekerja paling optimal pada fase tidur dalam.
Jika durasi tidur dipangkas, tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk melewati siklus Rapid Eye Movement (REM) yang sangat penting bagi pengaturan emosi dan memori.
Selain itu, kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon leptin dan ghrelin yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Dampaknya, seseorang yang kurang tidur cenderung memiliki keinginan lebih besar untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi di siang hari.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Atletico Madrid di Semifinal Liga Champions
Fokus mental dan kemampuan pemecahan masalah juga akan menurun drastis ketika otak tidak mendapatkan istirahat yang memadai.
Banyak orang tidak menyadari penurunan performa mereka karena tubuh beradaptasi secara semu terhadap kondisi kelelahan kronis.
Padahal, kualitas tidur yang baik secara langsung berkontribusi pada penguatan sistem imun tubuh dalam melawan berbagai penyakit.
Oleh karena itu, penting untuk menciptakan rutinitas tidur yang konsisten setiap malam guna menjaga ritme sirkadian tetap stabil.
Mengurangi paparan cahaya biru dari layar gawai sebelum tidur dapat membantu tubuh memproduksi melatonin lebih cepat.
Dengan memprioritaskan waktu istirahat yang cukup, kita sebenarnya sedang berinvestasi pada produktivitas dan kesehatan mental di masa depan.
Mari mulai mengatur jadwal agar tubuh mendapatkan haknya untuk beristirahat minimal tujuh jam setiap malam.***




