POJOKSATU.id - Musim hujan kerap membawa tantangan yang tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, banjir bisa muncul kapan saja, bahkan tanpa tanda-tanda mencolok.
Kondisi banjir ini bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga mengancam kesehatan.
Lingkungan yang lembap, kotor, serta air yang tercemar bisa memicu penyakit mulai dari diare, demam berdarah, leptospirosis, hingga ISPA.
Makanya, memahami mitigasi banjir itu penting banget, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan genangan.
Persiapannya sederhana, tapi efeknya sangat besar untuk menjaga keselamatan keluarga.
Persiapan Sebelum Banjir
Pertama, pastikan ada tas darurat yang bisa langsung dibawa saat harus mengungsi.
Isi tas tersebut dengan air mineral, makanan instan, selimut, pakaian ganti, obat pribadi, senter, hingga dokumen penting agar tidak tercecer saat keadaan mendesak.
Baca Juga: Tips Mitigasi Bencana, Cara Praktis Mengamankan Dokumen Penting saat Banjir dan Longsor
Selanjutnya, amankan perabot yang biasa diletakkan di luar rumah.
Kursi taman, alat kebun, atau perkakas seperti selang dan sapu sebaiknya dimasukkan ke dalam.
Ini mencegah barang hanyut sekaligus memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang bila banjir tiba-tiba naik.
Untuk menjaga kondisi tubuh, konsumsi makanan bergizi seimbang sangat disarankan.
Buah dan sayur berperan penting untuk menjaga stamina, apalagi di tengah cuaca yang cepat berubah.
Baca Juga: Kontrak PPPK Tidak Otomatis Diperpanjang dalam Revisi UU ASN 2023, Ini Faktor Penilaiannya
Pastikan semuanya dicuci dengan air bersih sebelum dimakan, ya.
Satu hal lagi, selalu gunakan air bersih yang jelas kualitasnya.
Air sumur atau ledeng yang tampak keruh sebaiknya dihindari demi mencegah masalah kulit maupun gangguan pencernaan.
Tindakan Saat Banjir Terjadi
Ketika air sudah masuk ke lingkungan rumah, tetaplah tenang dan lakukan langkah antisipasi.
Jangan menyentuh sumber listrik di area yang tergenang, sebab risiko kesetrum bisa sangat fatal.
Bila harus keluar rumah, hindari berkendara pada genangan 15 cm atau lebih karena kendaraan mudah kehilangan kendali.
Baca Juga: Tiba di Kantor, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Langsung Minta Maaf ke Presiden dan Gubernur Aceh
Untuk kebutuhan minum, gunakan air mineral kemasan atau galon agar lebih aman, terutama untuk bayi, anak, dan lansia.
Saat masuk ruangan terdampak banjir, gunakan sarung tangan serta sepatu bot karet guna melindungi diri dari kotoran dan hewan berbahaya.
Jika harus mengungsi, jaga kebersihan diri. Cuci tangan sesering mungkin dan hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Bila Anda atau anggota keluarga mulai batuk atau pilek, gunakan masker untuk mencegah penularan.
Tindakan Setelah Banjir Surut
Setelah air turun, biasanya rumah masih dipenuhi lumpur dan sampah.
Gunakan sarung tangan serta sepatu bot berbahan karet sebelum mulai membersihkan area.
Baca Juga: Seleksi PPPK Guru Dinilai Tak Adil bagi Lulusan PPG Prajabatan, Tapi Apakah Polanya Akan Berubah?
Lantai dan ruangan bisa dicuci memakai larutan pembersih, sementara dinding dan perabot perlu diseka dengan cairan disinfektan yang dibuat dari campuran satu cangkir klorin dan lima galon air.
Buang barang-barang yang sudah rusak atau tidak lagi layak, seperti kasur, karpet, dan guling.
Tetap waspada karena hewan seperti ular mungkin bersembunyi di sudut rumah.
Kalau tinggal di daerah rawan demam berdarah atau malaria, gunakan kelambu saat tidur.
Selain itu, pastikan seluruh air minum benar-benar bersih dan direbus hingga matang, sebab sumber air bisa saja terkontaminasi lumpur banjir.
Untuk perlindungan ekstra, vaksinasi influenza, demam tifoid, dan rotavirus (khusus bayi) juga dianjurkan.
Bila muncul gejala seperti demam tinggi, batuk, sesak, mata kuning, atau gangguan pencernaan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. ***




