POJOKSATU.ID - Momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang "balas dendam" bagi dahaga yang tertahan selama belasan jam.

Di depan meja makan, biasanya tersedia dua kubu utama: segelas es teh manis yang menggoda dengan embun di pinggiran gelasnya, atau secangkir teh hangat yang aromanya menenangkan.

Namun, secara medis dan kenyamanan tubuh, mana sebenarnya yang lebih baik untuk membatalkan puasa? Mari kita bedah satu per satu.

Baca Juga: Rekomendasi Jus Buah Terbaik Saat Sahur Puasa Ramadhan Agar Tubuh Tetap Terhidrasi

1. Minuman Dingin: Segar di Mulut, "Kaget" di Perut

Tidak bisa dimungkiri, minuman dingin memberikan sensasi segar yang instan. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

Efek Kejut pada Lambung: Saat berpuasa, perut berada dalam kondisi kosong dan suhunya cenderung stabil.

Memasukkan air es secara tiba-tiba dapat menyebabkan kontraksi pada otot lambung atau memicu kekakuan pada pembuluh darah.

Pencernaan Melambat: Suhu dingin yang ekstrem dapat menghambat kerja enzim pencernaan. Bagi sebagian orang, ini bisa memicu rasa kembung atau begah sesaat setelah berbuka.

Hanya Menghilangkan Haus Sesaat: Rasa dingin terkadang menipu otak seolah-olah kita sudah cukup minum, padahal tubuh masih membutuhkan hidrasi lebih banyak.

Baca Juga: Tetap Fokus Selama Ramadhan Cuma dengan Atur Jadwal Minum Air Putih yang Pas!

2. Minuman Hangat: Sahabat Sistem Pencernaan

Minuman hangat mungkin tidak memberikan efek "nyess" yang instan, tetapi memiliki manfaat jangka panjang bagi tubuh yang baru saja beristirahat:

Melancarkan Sirkulasi Darah: Air hangat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke sistem pencernaan.

Menenangkan Lambung: Suhu yang mendekati suhu tubuh membantu lambung beradaptasi kembali untuk menerima makanan berat tanpa risiko kram atau kontraksi mendadak.

Membantu Detoksifikasi: Air hangat lebih efektif dalam membantu proses pembersihan sisa-sisa metabolisme dalam tubuh.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Siapkan 4 Tol Fungsional Gratis di Trans Jawa

Jadi, Mana yang Harus Dipilih?

Idealnya, mulailah dengan minuman hangat atau air dengan suhu ruang. Ini adalah cara paling lembut untuk "membangunkan" sistem pencernaan Anda.

Setelah perut terasa nyaman dan Anda telah mengonsumsi sedikit makanan pembuka (seperti kurma), barulah Anda bisa menikmati minuman dingin dalam batas wajar.***