POJOKSATU.ID - Masalah pencernaan, khususnya sembelit atau susah buang air besar, sering kali menjadi tantangan kesehatan yang muncul saat bulan Ramadan.
Hal ini biasanya terjadi karena perubahan pola makan yang drastis, berkurangnya aktivitas fisik, serta asupan cairan yang tidak optimal selama belasan jam.
Ketika tubuh kekurangan cairan dan serat, usus akan bekerja lebih lambat dalam memproses sisa makanan.
Oleh karena itu, pemilihan menu sahur yang tepat menjadi kunci utama agar sistem pencernaan tetap lancar dan tubuh tidak merasa cepat lemas di siang hari.
Baca Juga: Bolehkah Langsung Tidur Setelah Sahur di Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Medisnya
Serat memegang peranan vital dalam menu sahur karena kemampuannya dalam mengikat air di dalam usus.
Dengan asupan serat yang cukup, tekstur feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah melewati saluran pencernaan.
Selain mencegah sembelit, serat juga merupakan nutrisi yang bersifat mengenyangkan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.
Ini berarti energi dari makanan akan dilepaskan secara perlahan ke dalam aliran darah.
Baca Juga: Minuman Hangat vs Minuman Dingin: Mana yang Lebih Baik untuk Berbuka?
Sehingga Anda tidak akan merasa cepat lapar atau mengalami lonjakan gula darah yang drastis sesaat setelah makan.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Anda bisa mulai mengganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, atau ubi jalar.
Menu praktis seperti overnight oats yang dicampur dengan biji chia dan potongan buah beri bisa menjadi pilihan cerdas bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu di pagi hari.
Namun, jika Anda lebih menyukai menu tradisional, tumisan sayuran hijau seperti brokoli dan buncis.
Lalu dipadukan dengan protein nabati seperti tahu atau tempe juga sangat efektif untuk menjaga kesehatan usus selama menjalankan ibadah puasa.
Hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa serat bekerja secara efektif jika dibantu oleh hidrasi yang cukup.
Mengonsumsi banyak serat tanpa minum air putih yang memadai justru berisiko membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Oleh karena itu, pastikan Anda memenuhi kuota air putih setidaknya dua gelas saat sahur.
Hindari juga mengonsumsi gorengan atau makanan yang terlalu berminyak secara berlebihan saat sahur, karena lemak jenuh dapat memperlambat gerakan usus yang pada akhirnya memicu timbulnya rasa begah dan sembelit.***




