POJOKSATU.id — Area bawah mata yang menghitam umumnya sering dikaitkan dengan kurang tidur dan dikenal sebagai mata panda.

Meski sekilas terlihat mirip, ada kondisi lain yang membuat bagian sekitar mata tampak gelap sekaligus seperti mengalami memar, yaitu raccoon eyes atau mata rakun.

Raccoon eyes memiliki tampilan yang berbeda dari lingkaran hitam biasa karena warnanya dapat menyerupai lebam di sekitar salah satu atau kedua mata.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan apabila terjadi setelah seseorang mengalami benturan pada bagian kepala.

Baca Juga: Masuk Desil 9 atau 10 Padahal Kondisi Ekonomi Tidak Sesuai? Ini Cara Mengubahnya

Kemunculan mata rakun setelah trauma bahkan bisa menjadi petunjuk adanya cedera kepala yang cukup serius.

Oleh karena itu, mengenali karakteristik, penyebab, dan situasi yang mengharuskan seseorang mendapatkan pemeriksaan medis menjadi hal penting.

Raccoon eyes adalah kondisi ketika kulit di sekitar mata berubah warna dan terlihat seperti mengalami memar.

Dalam istilah medis, keadaan ini disebut periorbital ecchymosis.

Baca Juga: Usia Sepuh 86 Tahun, Dewi Soekarno Hadir di Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara

Healthline menyebut kondisi tersebut cukup sering dikaitkan dengan fraktur dasar tengkorak atau basal skull fracture.

Dasar tengkorak merupakan bagian bawah tengkorak yang menjadi penopang otak.

Ketika terjadi patah tulang pada area tersebut, darah dapat merembes dan terkumpul pada jaringan di sekitar mata sehingga menghasilkan tampilan lebam.

Cedera semacam ini dapat terjadi akibat berbagai kejadian, mulai dari kecelakaan kendaraan, terjatuh, benturan ketika berolahraga, hingga hantaman keras pada kepala.

Selain patah tulang dasar tengkorak, kerusakan pada tulang tipis yang berada di sekitar rongga mata juga dapat memicu kondisi serupa.

Cedera berupa patah tulang hidung atau tulang pipi juga berpotensi menyebabkan munculnya memar di area mata.

Perubahan warna pada sekitar mata tidak selalu langsung tampak sesaat setelah cedera.

Baca Juga: Film Hope Resmi Tayang di Indonesia 9 September, Film Na Hong Jin yang Dipuji di Cannes

Pada sejumlah kasus, wajah terlebih dahulu mengalami pembengkakan, kemudian memar mulai terlihat setelah beberapa waktu, bahkan beberapa hari kemudian.

Raccoon eyes juga tidak sama dengan mata panda yang muncul karena kurang tidur.

Lingkaran hitam akibat kelelahan biasanya hanya membuat kulit bawah mata tampak lebih gelap, sedangkan raccoon eyes berkaitan dengan perdarahan pada jaringan di sekitar mata.

Secara umum, mata rakun terjadi karena adanya darah yang berkumpul di bawah lapisan kulit sekitar mata.

Meski cedera merupakan salah satu pemicunya, kondisi ini juga dapat muncul akibat sejumlah faktor lain.

Baca Juga: Job Fair Jakarta Selatan 2026 Digelar Agustus-September, Cek Jadwal dan Lokasinya

All About Vision menjelaskan bahwa raccoon eyes dapat berkaitan dengan beberapa kondisi.

Salah satunya adalah trauma atau cedera. Benturan dapat membuat pembuluh darah kecil di sekitar mata mengalami kerusakan sehingga darah keluar dan menyebabkan memar.

Tidak hanya benturan langsung, tekanan yang cukup kuat akibat batuk atau bersin, muntah, maupun menggosok wajah dengan keras juga dapat memengaruhi pembuluh darah di sekitar mata.

Raccoon eyes juga dapat muncul setelah seseorang menjalani operasi tertentu.

Prosedur yang melibatkan area hidung dan tulang wajah, termasuk rhinoplasty, dapat menyebabkan memar di sekitar mata sebagai bagian dari efek setelah tindakan.

Faktor lain yang mungkin berperan adalah infeksi.

Beberapa infeksi berat, termasuk infeksi adenovirus pada anak, dapat menimbulkan perubahan pada area sekitar mata. Infeksi pada sinus frontal yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan juga dapat memicu tampilan serupa.

Baca Juga: Tiga Bendera dan Tiga Suara Menjelang Kemerdekaan dari Aceh, Borneo, dan Papua

Gangguan yang berkaitan dengan pembuluh darah turut menjadi salah satu kemungkinan penyebab. Kondisi seperti perdarahan pada otak, peradangan pembuluh darah, serta peningkatan tekanan di dalam tengkorak dapat berhubungan dengan munculnya memar di sekitar mata. Pada keadaan tertentu, gejala yang menyerupai raccoon eyes juga pernah dikaitkan dengan migrain.

Selain itu, beberapa penyakit yang memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan juga dapat menyebabkan periorbital ecchymosis. Salah satu contohnya adalah lupus.

Dalam kasus yang lebih jarang, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda penyakit serius tertentu, termasuk neuroblastoma dan sarkoma Kaposi.

Raccoon eyes bukan sekadar perubahan warna pada permukaan kulit sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan menggunakan produk untuk menyamarkan atau menghilangkan lingkaran hitam.

Baca Juga: 'Operasi Pesta Copet' Tayang 27 Agustus 2026, Iqbaal Ramadhan Jadi Pencopet di Festival Musik

WebMD menjelaskan bahwa apabila mata rakun muncul setelah kepala mengalami benturan atau trauma, seseorang sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Salah satu pemeriksaan yang mungkin dilakukan adalah CT scan guna melihat kemungkinan adanya kerusakan pada tengkorak maupun otak.

Penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan.

Pada kasus tertentu, pasien dapat membutuhkan tindakan operasi, terutama apabila terdapat perdarahan, pembuluh darah yang rusak, atau pecahan tulang yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Jika raccoon eyes berkaitan dengan gegar otak, pasien mungkin membutuhkan perawatan medis serta waktu istirahat yang memadai.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Dibentak Ibu-ibu di Berastagi, Racun Apa yang Kalian Kasih Sama Anak Kami

Sementara itu, sejumlah kasus patah tulang tengkorak dapat mengalami penyembuhan tanpa operasi, meski proses pemulihannya dapat berlangsung selama beberapa bulan.

Karena itu, memar atau perubahan warna yang menyerupai mata rakun setelah seseorang terjatuh, mengalami kecelakaan, atau kepalanya terbentur sebaiknya tidak dianggap sebagai mata panda biasa.

Terlebih jika kondisi tersebut disertai keluhan lain, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan tingkat keparahannya.***